Jangan Buang sampah sembarangan dong!!

Hari itu adalah hari yang cukup menyenangkan bagiku soalnya hari itu adalah hari keberangkatan liburan ke jogja bersama teman-teman lama (temen SMA)…padahal sih kerjaan masih menumpuk,,tapi ini momen yangs sangat jarang,,jadi harus nyempetin untuk ikut. Sepanjang perjalanan naek angkot menuju statsiun saya mengamati peristiwa yang sebetulnya bisa,,,tapi memang harus segera dihentikan,,,segera!! ya buang sampah semabarangan.

Sebagai mahasiswa (lebih tepatnya alumni) yang berdomisili di bandung, masalah sampah jelas bukan hal baru. Tumpukan-tumpukan sampah dipinggir jalan, pengolahan yang belum efektif dan tek-tek bengek tentang sampah sudah menjadi hal bisa yang kita lihat, alami dan rasakan. Saya akui memang Bandung ini agaknya cukup unik untuk ukuran kota besar dalam hal pengelolaan sampah, kotanya cantik secantik para mojang-mojangnya, orang-orangnya pun cukup berpendidikan. Namun, sayang sekali lingkungannya tidak seperti itu. Saya pun agak ragu,,,masih pantaskan gelar Parij van Java disandang Bandung?

Adalah seorang wanita muda yang naek angkot bersamaku menuju statsiun. Dia datang berdua dengan temen karibnya. Sepanjang jalan menuju stasiun, mereka berdua ngobrol dengan hebohnya, sampai-sampai muak saking males mendengarnya! Maklum cewek,,ngegosip udah menjadi agenda sehari-hari sampai gak peduli tempatnya dimana,,tak terkecuali tempat umum seperti angkot. Dari segi penampilan, saya akui memang cantik, berumur sekitar 21 tahunan lah dan kayaknya mahasiswa. Dari gaya ngomongnya  seperti orang Jakarta. Tidak hanya ngbrol ngalor-ngidul,,,itu cewek juga sambil ngemil dan bawa minuman isotonic terkenal (yang soundtrack iklannya lagu Great DJ, the Ting Tings).

Yang bikin geram dengan tingkah laku tu cewek adalah dengan cuekya dia buang sampah setelah minumannya habis.. plung aja!! Ke kolong korsi angkot! Trus tanpa ada sedikut raut muka malu-malunya,,,dasar cewek bodoh! dodol!! Padahal dia juga bawa tas…ya mbok masukin ke tasnya dulu kek..ntr kalo ada tong sampah baru buang! Gitu aja susah! (masih kesel nih). Astagfirullahaladzim…bukan benci dengan orangnya,,tapi gak suka dengan tingkah lakunya,,,ya mungkin saya juga wajib ngigetin sih,,tapi karena sudah kesel duluan,,,akhirnya cuma ngedumel di hati! Takut hilang kotrol,,jadi nafsu (pengen nonjok maksudnya).

Pernah denger cerita aseli dari kakak saya yang penah ke jepang selama sebulan. Saya betul betul tidak habis pikir dengan kedisiplinan orang jepang. Di jalan raya, tak ada satupun sampah yang berkeliaran…ini asli lho! Mereka sudah bisa dengan menyimpan sampah dulu di tas sendiri atau dibawa-bawa sebelum menemukan tong sampah. Buang sampah sembarangan disana adalah suatu aib besar! Harga diri jatuh sejatuh-jatuhnya jika ketahuan orang (lebay!) bahkan ada yg lebih gila lagi di jepang: seorang nenek yang membawa main anjingnya ke jalan raya, trus si anjingnya itu boker dijalan…dengan tidak malunya dan dengan tidak merasa jijik sama sekali si nenek yang baik itu mengambil tissue dari tasnya dan mengambil kotoran si anjing dan dimasukkan ke dalam tasnya, sampe akhirnya dia membuang di tempat sampah. Luarrr bisaa! Ini live lho…disaksikan secara langsung oleh kakak saya.

Saya sampai berfikir, apa sih yang membuat mereka bisa disiplin?? Banyak orang yang bilang: pendidikan! Disana memang pendidikannya maju. Lha di Indonesia,,banyak yang gak sekolah…wajar aja klo buang sampah sembarangan. Tapi ternyata tidak! Di Indonesia orang berpendidikan aja masih buang sampah sembarangan! dan gak tangung-tanggung ini dilakukan mahasiswa. pernah saya ngobrol dengan temen mahasiswa satu kampus. Trus dia makan snack sambil jalan…setelah selese makan dia buang aja dipinggir jalan. Dan dengan gampangnya dia bilang: nyate aja kali gus,,,ntar juga ada tukang sampah yang ngambilin! Ntar juga bersih! Buat apa kita bayar mahal-mahal kuliah…kalo si tukang kebersihannya diem aja. Betul-betul speechless mendengarnya. Orang berpendidikan aja seperti ini cara berfikirnya. Sangat pendek!

Duh..duh..duh…sangat pelik sekali masalah kesadaran ini. Dan bingung cara seperti apa yang efektif untuk diaplikasikan. Memang tidak semua orang seperti itu,,tapi saya yakin, mereka yang berfikiran pendek seperti itu masih sangat banyak! Bukti nyatanya Bandung masih seperti ini…belum cantik 100%! Ayolah teman-temanku,,,sodara-sodara sekalian,,,bapak-bapak, ibu-ibu, tidakkah kalian pengen hidup nyaman dan tentram,,,tidakkah merasa berdosa dengan tingkah laku ‘biasa’ itu. Padahal bisa jadi,,tindakan buang sampah sembarangan itu berkontribusi untuk kejadian banjir-banjir besar! Ato bahkan tragedi kemanusiaan seperti di leuwigajah. tolonglah untuk disiplin mulai dari hal-hal yang kecil…Let’s Save Our Earth!

The Comunity-Based Vermicomposting, An appropriate solution for Bandung’s Municipal Solid Waste Problem.

sampah bandung

Municipal solid waste becomes a huge problem especially in Bandung as one of big city in Indonesia. It’s getting worse day by day. These problems have brought many disasters including human tragedy for last 4 years. Municipal solid waste production in Bandung reaches 7.500 m3 per day that contain 70% of organic matter. As its high organic content, it makes uncomfortable situation because of its unpleasant odor. Local government has solved this problem in many ways, but the solution seems not effective enough because it held centralized without society participation.

Actually the main problem related to the badness of waste management is the culture of the society. Whatever the Government solutions, it will not be impacted as long as no awareness from the society about importance of environmental protection. Our society needs the integrated education about environmental protection especially waste management and processing. So that, the suitable solution should use cultural approach like integrated campaign related to waste management. Problem solving by focusing to its core problem is the most effective solution. It is important to be applied beside current solution from local government. In other word, solution for municipal solid waste should be held both in a short and long-term.

We have to change our paradigm about waste. Waste not only give us a huge problem, but also can give us a huge economic benefit. A study shows that municipal solid waste in Bandung may give potential revenue about Rp 450 million per day with appropriate processing. So far, the Local government does not find an effective solution. They just applied the centralized method to solve this problem and didn’t allow the people to take a part directly even in community scaled.

Vermicomposting is a simple biotechnological process of composting, in which certain species of earthworms are used to enhance the process of waste conversion and produce a better end product. In Vermicomposting you speed up the process of decomposition and get a richer end product called “worm castings”. Community scaled vermincomposting may the best solution for waste management system for its benefit, as follow:

  1. Raise environmental awareness. By carrying to the community, it forces the people to aware to environmental problem. At the time, local government can massively introduce 3R philosophy (Reuse, Reduce, and Recycle) including organic waste separation. People awareness is the most important thing as it becomes core problem of the badness of waste management system in Indonesia.
  2. Raise fresh income from selling of vermicomposting product which is high quality compost and earthworm. It helps the local government in reducing its jobless especially in economic recession nowadays.
  3. Increase togetherness among peoples in the community. This method requires certain management system such as organic waste collecting, process controlling, and product packaging. It needs people support in making the program success and naturally the togetherness will be well established.

What’s Your Passion???

Passion is something which you’re good at, you’re really enjoy at, and you can make money from it.  People without passion are like a body without heart. One person with passion is better than forty people merely interested (E. M. Forster)…There is no greatness without a passion to be great, whether it’s the aspiration of an athlete or an artist, a scientist, a parent, or a business person (Anthony Robbins). Without passion you don’t have energy without energy you have nothing (Donald Trump).

If you could do one thing to transform your life, I would highly recommend it be to find something you’re passionate about, and do it for a living. How if you didn’t find what your passion actually?  Here are some question to indicate whether  you have find your passion or not.

Are You Ready to Discover,
Develop, and Live Your Passion?

Check the statements below that are true for you. Be completely honest. If an item causes a strong reaction because you don’t want it to be true, it’s more than likely true for you.

  1. ____I feel less than completely satisfied with my life.
  2. ____I do not feel that I am doing my best or achieving the most I can.
  3. ____I do not feel excited about my day-to-day activities.
  4. ____I often feel stuck or unable to change my current situation.
  5. ____I am not sure what I want to do with my life.
  6. ____I don’t remember or know what really excites me.
  7. ____I wish I had more time to do the things that make me happy.
  8. ____I often feel reluctant or uninspired when going about my daily routines.
  9. ____I would like to pursue new or unexplored interests.

10.   ____I am apathetic or uncertain about my future.

Scoring
Give yourself one point for each statement you marked true. Then read on to learn where you stand.

0-1 Congratulations! You are living your passion.

2-4 You are missing some opportunities to incorporate more passion into your life. Begin to identify significant passions that you are not experiencing and incorporate them into your life in big or small ways.

5-7 You are dissatisfied with the way things are going in your life. Develop specific actions for identifying and incorporating passion into your life.

8-10 You are suffering from severe passion deficit. Take immediate steps to identify your passion and solicit the support of your family and friends to help you incorporate it into your life now.

ITB, PIMNAS dan Adhikarta Kertawidya

Kita semua pasti sepakat bahwa partisipasi mahasiswa dalam lomba karya tulis/penelitian merupakan salah satu parameter berkembangnya iklim penelitian mahasiswa di universitas itu. Karena sudah lama ITB menamakan dirinya sebagai ”Research University” maka keikutsertaan mahasiswa dalam lomba-lomba karya tulis dan sejenisnya perlu didukung secara terpadu. Ada banyak sekali ajang yang bisa diikuti seperti Lomba Inovasi Sains, Teknologi dan Seni ITB, Penghargaan Tanoto Foundation, Penghargaan Rekayasa Industri, LKTM-LH dan Tentunya PKM (P,T,M,dan K) serta PKM-AI dan PKM-GT beberapa bulan menjelang PIMNAS digelar.

Khusus untuk PIMNAS, Saya akui ITB tahun ini terbilang luar biasa, bahkan betul-betul di luar dugaan. Saaaaaangat di luar dugaan…ITB sama sekali bukan tim yang diunggulkan. Waktu PIMNAS berlangsung, beberapa media menyebutkan bahwa universitas yang diunggulkan seperti biasa masih diantara UGM, UB dan IPB. Namun kenyataannya tidak,, ITB memang seharusnya diwaspadai kapanpun, betapa tidak, dari sekitar 80 proposal yang diajukan 53 nya berhasil didanai (lebih dr 66 %), dari angka itu 11 diantaranya lolos ke PIMNAS (lebih dr 20 %). Padahal lolos PIMNAS adalah tahap terberat dalam seluruh rangkaian kegiatan PKM. Universitas papan atas untuk bidang PKM saja hanya meloloskan paling banyak 28 tim dari 250 proposal yang didanai (sekitar 10 %an). Saya sempat kaget mendengar kabar kalau tahun ini ITB berada di urutan ke-5 kontributor peserta terbanyak untuk PIMNAS setelah UGM, UB, IPB, dan UNNES. Dan secara mengejutkan, ITB berhasil menduduki Juara Umum II terpaut 1 emas dari tuan rumah, Universitas Brawijaya. Agaknya ini adalah prestasi terbaik ITB selama 22 tahun sejarah PIMNAS. Dari 11 tim yang lolos, 7 diantaranya berhasil menyabet medali, bahkan ada beberapa tim yang menyabet dua medali sekaligus. Luar biasa!! Bisa ditarik kesimpulan bahwa proposal-proposal yang diajukan mahasiswa ITB memang berkualitas..terbukti lho…

Sebelumnya di PIMNAS 21 UNISSULA, ITB harus puas dengan 1 medali perak saja dari 3 tim yang dikirim. Secara pribadi yang merasa rendah diri menjadi bagian dari tim ITB saat itu, padahal harusnya gak boleh begitu. Temen-temen kampus lain tidak jarang bertanya ”Emang anak-anak ITB pada kemana? Sibuk belajar yah?”. bingung dengan jawabannya, saya hanya bisa menjawab ”Anak ITB itu lebih tertarik untuk ikut ajang-ajang internasional” padahal mah PKM emang gak terlalu dikenal di ITB. Anak IPB selalu bercerita dengan bangganya,,,”di IPB itu anak yang baru masuk aja udah tau PKM”. Di sana PKM udah kaya lalapan aja kayaknya,,udah mendarah daging. Bahkan ada dosen yang khusus membuat tugas kuliah (kaya proposal penelitian) dan itu harus dikirim ke PKM. Himpunan-himpunan nya (keprofesiannya) ngadain workshop PKM, Kemahasiswaan terpusatnya ngadain dan lembaga kemahasiswaannya juga. Betul-betul marak. Rata-rata pelatihannya membahas tentang bagaimana membuat judul yang ”menjual”, bagaimana membuat anggaran yang ”realistis”, bagaimana membuat latar belakang lebih ”memukau”, bagaimana mencari topik yang sederhana dan applicable dan tek-tek bengek seputar trik-trik lolos PKM dan lolos PIMNAS. Dan yang lebih dasyat lagi, ada beberapa orang yang ikut lebih dari 3 proposal yang lolos…Mendengarnya saja sudah terbengong-bengong,,,Sampai segitunya disana. Dipikir-pikir agak lebay juga,,,tapi emang terbukti berhasil. Setiap tahun tak kurang dari 250 proposal yang didanai. Pernah juara umum 2 kali berturut-turut, dan selalu menjadi salah satu kontributor terbanyak untuk PIMNAS. Luarrrrr biasa! Itu artinya yang diajukan lebih dari itu,,,denger2 katanya ada sekitar 600an yang dikirim…Wow,,,,ITB belum sampai segitunya.

Kisah yang lebih mengharukan lagi (menyedihkan lebih tepatnya :p) terjadi di PIMNAS 20 UNILA dua tahun sebelumnya. ITB harus rela berada di urutan ke-26 dan bahkan tanpa perolehan medali satupun kecuali penghargaan stand terbaik III. Betul-betul miris mendengarnya. Bahkan yang membuat tambah ”geram” adalah perlakuan para juri2 saat itu yang katanya ’kurang baik’. Ketika tim ITB tampil,,,beuh,,,itu juri tiba2 melek 180 derajat,,,kesalahan segede ’kutil’ aja langsung keliatan (haha,,,versi lebay!),,,bahkan ada senior dari prodi saya yang katanya laporannya ’dilempar’ dan penelitiannya dianggap tidak original gara-gara hasilnya terlalu bagus dan mereka menilai mahasiswa tidak mungkin melakukan itu. Sesampainya ke prodi,,,seniorku itu langsung nangis2 di depan pembimbing,,,betul2 bikin geram. Tapi, mari kita berfikir positif,,mungkin kita belum siap untuk mendapat medali saat itu dan ini menjadi pelajaran penting bagi perjalanan ITB di PKM.

yesterday is history, tomorrow is mystery and today is a gift,,, Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu (kungfu Panda). Apapun masa lalu itu, yang penting saat ini ITB sudah luar biasa. Mari kita syukuri nikmat saat ini dengan bekerja lebih baik lagi. Dengan hasil yang baik ini, sudah saatnya ITB mulai menargetkan posisi yang lebih tinggi di PIMNAS mendatang. Juara Umum dan menyambut kedatangan Adhikartha kerthawidya(piala bergilir mendiknas bagi juara umum PIMNAS). Ini bukan target yang muluk-muluk. Saya yakin ITB punya kemampuan untuk itu. 100% yakin. Salah satu Juri PIMNAS bahkan menuturkan bahwa ITB adalah ”raksasa tidur”, sangat banyak potensi yang dimiliki namun minatnya masih sangat kurang. Dan target ini hendaknya disosialisasikan secara masif ke seluruh masa kampus. Ya ke prodi ya ke mahasiswa. Pendekatan yang dilakukan haruslah dari dua arah. Saat ini sudah dipastikan kampus-kampus yang ”kecewa” akan melakukan persiapan habis-habisan. jika kita masih terlena,,maka sungguh kita sangat ketinggalan jauh,,. Saat ini hanya beberapa prodi saja yang mulai ’mengenal’ PKM…kalau semuanya tau,,,wah pasti akan makin banyak yang lolos..

Perhelatan akbar itu akan dimulai kembali. 15 September 2009 akan menjadi penentuan ITB di PIMNAS 2010 di Bali. Satu-satunya target terdekat kita adalah tentu mengirimkan proposal sebanyak-banyaknya. Dan tentu harus bervariasi. Mutlak! Tahun lalu, proposal PKM penelitian sangat melimpah, tidak seimbang dengan PKM kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat. Dana maksimum 10 juta saat ini harusnya menjadi salah satu penarik PKM 2010. Tahun lalu, maksimal 6 juta saja ada sekitar 80 tim yang mengajukan, harusnya tahun ini meningkat tajam. Semoga…semoga…Sepertinya mahasiswa ITB perlu dikenalkan lagi apa itu PKM, apa pentingnya ,dsb. Apalagi PIMNAS tahun depan tempatnya di Bali,,,,wow!

Ingin bersua dengan 1500 orang dari 120 universitas di Indonesia? dapet hadiah? dapet kenalan baru? dan tamasya? Ikut PKM lagi. Kita ramaikan PKM tahun ini dan mengajak yang lain sebanyak-banyaknya untuk menyambut kedatangan ”Adhikarta Kertawidya” di kampus tercinta…sejarah baru lagi tuh,,,

GEOTHERMAL AND BIOFUEL: THE INDONESIA’S PROMISING SUSTAINABLE ENERGY

This year, national electricity demand is estimated about 140 TWh (1 TWh = 1000 GWh) with the growth about 7 % per year (Muchlis, 2007). It mainly utilized for industrial sector, residential, and commercial. It only can be supplied about 112 TWh by the government which 89 % portions are fossil fuel especially coal. Non fossil fuel utilized only geothermal (7%) and hydroelectricity (4 %).

Indonesia should develop its great potential energy, that is geothermal. Fortunately, Indonesia lied by 20 % ring of fire which contained by a lot of active volcano. Investigation of Direktorat Sumber Daya Mineral found that there are 256 geothermal locations with total reserve about 27.441 MW. That reserve is 40 % world reserve of geothermal which total number about 50.000 MW. So that, Indonesia awarded as the largest geothermal reserve in the world. As comparison, the largest oil field in Asia, Minas and Duri, have total reserve about 4 billion Barrel, so Indonesia geothermal reserve equivalent with three times reserve of oil field in Minas and Duri.

Beside for electricity demand, a huge portion of Indonesia energy consumption is also for fuel both industrial and transportation need. Indonesian energy consumption in 2007 is about 114,6 million ton oil equivalent. Until now, it mostly supplied by fossil fuel which give bad effect to the environment. Biofuel is believed as solution to reduce CO2 emission risk. Indonesia has tremendous natural resources which has a lot of reserve of biofuel. Our country is again awarded as largest natural diversity in the world after Brazil. So that, biofuel is the second promising sustainable energy which should be develop sooner.

One of the mostly biofuel applied is biodiesel. Indonesia has a great potential for this fuel. Biodiesel is commonly made from CPO and our country has the widest palm plantation in the world and listed as the greatest CPO importer in the world. In 2009, area of palm plantation is estimated about 7,12 Million Ha with productivity about 19 million per year. Not only CPO, biodiesel can be made from jatropha curcas which easy planted in Indonesia. There are 49,5 Million area in our country which potentially planted by the tree. Beside that, microalgae are believed as other potential recourses for biodiesel. It even more promising than CPO and jatropha curcas because the productivity is very high, 136.900 Liter per year per Ha area and produce oil in 24 hour. It is greater 50 times than CPO productivity which considers as the promising resources currently.

Beside as renewable energy, biodiesel is better than fossil fuel because of its emission, that is reduce CO emission up to 46 % ,CO2 up to 78 % and low sulfur release (miller, 2007). Other benefits of biodiesel have no need engine modification, increase engine lifetime, biodegradable, nontoxic, and safely storage. By implementing biodiesel in fuel transportation and industrial need will reduce CO2 concentration in the atmosphere significantly. In 2009, CO2 emission is predicted reach 573,84 million ton (Energy Indonesia Outlook, 2006). And the main contributors on this condition are transportation sector, industry and power generation.

Economically, biofuel including biodiesel not competitive enough compare to BBM (fossil fuel) production as long as Indonesia government give BBM subsidy to the society. Although, the BBM subsidy has been reduced, it considered not sufficient. The prospect of biofuel industry still cannot grow rapidly. If can reduce CO2 emission, one of the way is develop biofuel consumption, Indonesia is potentially receive fund from CDM project (clean Development mechanism). Of course it’s a great opportunity for developing country like Indonesia. Biofuel development also will increase economic growth because biofuel business engage a lot of person both in upstream and downstream area.

The government should reinvestigate its policy related with renewable energy especially geothermal and biofuel. For electricity demand, geothermal absolutely consider as the promising one. To accelerate the development of geothermal, government should reform government regulation and the investment climate to attract foreign investor. So with the biofuel development, it also needs government support for improving. Government should determine the appropriate policy by considering social welfare, sustainable development and environmental condition. Beside that, development of process technology and research related with biofuel obviously need to be supported in order to increase biofuel production and development. Finally, because of a lot of advantages, geothermal and biofuel will be the top choice as Indonesia’s promising sustainable energy.

2005 dan Sejarah Baru Kompre

Ujian Komprehensif adalah mata kuliah ujian 1 SKS yang persiapannya gila-gilaan. Setiap sarjana Teknik Kimia ITB pastinya merasakan ujian paling memuakkan ini…100 soal dari tingkat 1 hingga tingkat 4, terdiri dari soal hitungan, analisis dan Pilihan ganda yang mengecoh…dan ujian ini dinikmati selama 8 jam!! Gila kan?? Dan yang lebih menegangkan adalah tepat besoknya hasilnya langsung diumumkan. Semua dosen di TK ITB memang sejak dulu sudah sepakat bahwa ujian ini diperiksa secara bersama-sama. Adalah persembahan terakhir bagi anak2 didik mereka, makanya mereka menyiapkannya dengan sangat luar biasa.

Dibandingkan dengan jurusan lain, kompre (baca: Ujian Komprehensive) di TK tergolong unik,,,,Hmm..tentu karena memiliki beban kredit dan materinya yang “Betul-betul” comprehensive, sehingga untuk menyambutnya diperlukan persiapan gila-gilaan. Sebut saja di Teknik Sipil, ujian komprehensif hanya menjadi syarat lulus yang mereka anggap biasa saja, karena tidak ada beban sks nya. soalnya ada belasan dan tidak terlalu ”menantang” menurut penuturan salah satu temen di Teknik Sipil. Makanya mereka ga telalu menyiapkan dengan baik. Kabar serupa juga terjadi di Teknik perminyakan….Allahu ‘alam..

Persiapan untuk menghadapi kompre biasanya dilakukan sebulan ato beberapa bulan sebelumnya. Biasanya dengan mekanisme belajar bareng. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk memfokuskan pada salah satu mata kuliah yang diujikan dan mengajar kan ke yang lain. Khusus bagi angkatan 2005 kompre tgl 1 Juli 2009 amat sangat menakutkan,,,sebagian besar baru mempersiapkan belajar hanya 2 minggu sebelumnya. Bahkan anak2 lab tertentu (baca: Lab TRK) hanya 1 minggu  lebih karena seminar penelitian mereka dilakukan di akhir deadline,

Bener-bener gila,,, 1 minggu melahap semua mata kuliah dari TPB hingga Tk.4…bayangkan?!? bersua kembali dengan integral lipat tiga, deret taylor, ortogonalitas Grahm-Schmidt, reaksi Grignard, Transformasi Laplace, termodinamika yang sudah menjadi cemilan sehari2 anak TK, distilasi multikomponen, ilmu reaktor dan katalis, pengetahuan teknik dasar bahkan manajemen proyek plus evaluasi ekonomi pabrik kimia yang ….WOW gila!! siapapun yang seperti itu hidupnya pasti merasa tidak tenang….lebih menegangkan daripada pembicaraan Labtek yang dibantai2, lebih nervous dibandingkan seminar di depan Pak JS, dan lebih makan ati dari pada berurusan dengan “Dosen yang namanya tak boleh disebut”. Untunglah anak 2005 udah ikut EI (emitional Intellegence), jadi sesusah apapun itu,,,kita hanya menepuk dada dan berkata : “ Pasti Bisa!!” sambil usaha keras tentunya….jadi inget masa TPB nih. Pelatihan berharga jutaan yang diperuntukan bagi mahsiswa baru TK sejak angkatan 2005.

Tidak seperti tahun2 sebelumnya, kali ini Bimbel (belajar bareng) dilakukan dalam skala besar (semua angkatan) dan kelompok2 kecil seperti Bimbel Kenari, Bimbel Ciumbuleuit, Bangbayang College, Dijah bersaudara, dan bimbel2 madiri tentunya. Semuanya hanya untuk satu tujuan…LULUS!! Sampai2 harus rela off sejenak dg Facebook, YM, Flicr, Gosip, game, dll.. pokoknya bener2 All Out!

Sebelum kompre berlangsung,,,kami semua berkumpul, berdoa, juga meneriakkan yel-yel penyemangat dipimpin sang komandan Bang Bidin,,,”2005,,,LULUS..LULUS…LULUS!!!”. kita jadi teringat masa-masa ospek,,kebersamaan diantara kami memang sangat kuat. Memang kata senior kami dan kebanyakan dosen,,,angkatan 2005 adalah angkatan yang kompak…hehehe

Seperti kompre tahun2 sebelumnya, setiap peserta ujian selalu memakai baju terbaiknya, dan memakai sepatu resmi. Kami tidak diperbolehkan membawa kalkulator apalagi yang programmable,,semuanya disediakan kalkulator yang jadul, seharga 30rban,,,ya,,,tidak salah lagi Karce Kc-109. Semua itu dilakukan untk penyelenggaraan ujian yang jurdil…hahaha kayak pemilu aja. Ujian dibagi ke dalam 4 sesi. Sesi I terdiri dari mata kuliah2 dasar. Sesi II mata kuliah dasar Teknik Kimia, sesi III mata kuliah keahlian dan sesi IV adalah campuran dan pengetahuan dasar teknik.

Saat sesi pertama dimulai: Kalkulus, fisika, dan kimia,….betul-betul mata kuliah dasar. Terdiri dari Genk Matematika (Kalkulus, Proses Komputasi, Matematika Teknik), Genk Kimia (Kimia dasar, kimia organic, kimia analitik, dan sedikit kimia fisik) dan Genk Fisika (Fisika dasar dan sejenisnya),,,ahh cetek itu mah! Secara 2005 emang dasyat banget waktu TPB. Saat itu kita-kita angkatan 2005 betul2 gila. 14 orang dapet IP 4,00 dengan puluhan lainnya berstatus “ Nyaris 4,00”. Dibandingkan dg anak Elektro ato IF yang seangkatan cuma 2 org yang dpt IP 4,00. Harusnya kita bisa dengan santainya berkata “Masa’ sih ga bisa soal2 TPB kaya gitu”…pasti dengan mudah dilahap….banyak sekali waktu luang di sesi pertama ini, kita bahkan masih sempat merapi-rapikan jawaban..wah senangnya….

Sesi kedua dimulai: Oh tidaaaaaak!! PG nya Cuma 5 soal,,,dikasih pembuka soal Termo I dan II…ahh itu mah lewat (maksudnya ga diisi dulu!), Perpindahan Kalor (OPK), Neraca Massa dan Energi (NME), Mekanika Fluida (Mekflu), Proses Pemisahan (OPD), dan Peristiwa perpindahan (P2)…Wow bener2 Gila!! Ga sempet dikerjain semua,,,ga ada waktu buat relaksasi otot, serba mepet, serba hitungan,,,,soal yang betul2 paling gila yang pernah ditemui. Jelas wajar…waktu kuliahnya aja, ujian2nya juga cukup mengerikan dan biasanya per modul dan sering pula, tugas2nya juga ga kalah banyak..itu memang mata kuliah teknik kimia banget. Dasar2nya ada disitu semua.

Sesi 3 dimulai : Lumayan,,,,walaupun agak nyampah….30 menit lebih nganggur,bingung mo ngapain,,,,ga proporsional sih waktunya,,,harusnya di mix dg sesi II.. terdiri dari Kinetika Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (Kinkat), ada Sistem Utilitas, dan lain2… Sesi IV dimulai : banyak PG…saatnya mendulang poin besar2an..lumayan gampang walaopun agak mengecoh..ya seperti umumnya soal2 kompre…sekeluarnya dari kelas,,,beuh…itu yang namanya pegel,,,betul menjalar di seluruh tubuh, trus tegaaaaaaang banget,,,secara besok akan diumumkan hasilnya,,,jika lulus maka bisa wisuda dan jika tidak,,harus rela mengulang kembali Oktober mendatang. Semalaman betul2 deg-degan, istirahat pun gak bisa nikmat seerti biasanya….huhu, betul tegang semalaman.

Saat pengumuman kompre adalah saat paling mengangkan seumur hidup…setiap orang memasuki ruang sidang dengan muka pucat pasi, kami tidak menargetkan nilai yang gede amat…C pun sudah syukur,,,yang penting lulus.. setelah masuk, setiap orang diabsen sesuai abjad,,,dijejerkan menyamping seperti deretan ikan asin,,dengan disaksikan para dosen yang semuanya menyempatkan hadir melihat anak didiknya yang luar biasa…semua menunduk,,,tegang,,setiap bibir hanya berucap doa…tangan mengepal…dag,,,dig ,,,dug…seperti menunggu pengumuman Miss Universe…Pa makerti (kaprodi) berkata…”di antara kalian ada yang berhasil dan ada pula yang belum berhasil”…semua orang tambah tegang…muka pucat kaya mayat…bahkan hampir pingsan. Ini adalah pertama kalinya kompre dengan jumlah terbanyak sepanjang sejarah teknik kimia….75 orang!. 65 org diantaranya angkatan 2005…Akankah seperti farmasi 2005 yang  juga mencetak rekor tebanyak untuk peserta yang tidak lulus??? Oh semoga tidak….Pa makerti siap membaca status kelulusan untuk tiap mahasiswa,, sementara Pa tirto sibuk memotret, pa Mubiar merekam, dan Pa Bagjo bersembunyi seakan tidak tega mendengar pengumuman yang akan segera dimulai dalam beberapa detik lagi….

Adam Maulana Mustafa..Lulus dengan nilai A!!” tepuk tangan riuh namun tanpa tenaga karena masih penasaran dengan yang lainnya. Dua temanku selanjutnya dibacakan dan tibalah giliranku disebutkan nilanya….”Agus Heri Hoerudin,,,,Kali ini,,,” Pa Makerti agak lama,,, membuat suasana tambah tegang. dag-dig-dug 1000x. dalam hati aku berkata,,jangan2 akulah yang dimaksud pak makerti “belum berhasil”. Saya menunduk dan berdoa “Ya Allah, seandainya ini yang terbaik bagiku,,,berilah aku ketabahan,,,jangan biarkan air mataku bercucuran,,,beri kekuatan Ya Allah….”….dam selang beberapa mili-sekon Pa Makerti melanjutkan “Anda Lulus dengan nilai B!!!”. huuuuuu…nafas panjang akhirnya dan senangnya luar biasa! pembacaan dilanjutkan hingga 70 org lainnya..dibawakan dg menegangkan seperti MC Indonesian Idol…dan taukah?!?! Rekor kembali ditorehkan….Lulus 100% (konon setelah terjadi tahun 2002)…nilai A terbanyak…(40% ada kali ya)…dan Cum laude terbanyak (28 orang)..belom lagi yang bertsatus “nyaris cumlaude”…hehehe. Bagaikan baru ketemu teman lama,,,kami semua saling berpelukan,,bersorak gembira…ada yang nagis…dalam sekejap ruangan X-239 berubah menjadi pasar…rebut,,,riweuh,,,menjerit2…mengucapkan selamat sana-sini,,,dosen-dosen pun segera berjajar mengucapkan selamat…betul2 terharu…T_T….ini tentu sejarah baru,,,seminggu persiapan dengan segudang rekor yang ditorehkan…Amazing!! 2005 memang sejarah…sejak TPB hingga akhir hayat di TK, sejarah selalu kami torehkan,,,karena kami kompak dan luar biasa…(jadi terharu T_T)..I Love U all…

28 Juni dan 2 juli 2009

Previous Indonesia Energy Consumption Status

“Energy Crisis” is the horrible term describing world condition at the moment. This condition is getting worst by population booming without increasing of energy resources. World energy resources will run out in the sort future because world energy demand always increases. In 2007, World primary energy consumption increased by 2.4% with “The most greedy” countries likes China and USA. Our country, Indonesia, is at the 21st rank in world energy consumption now. The table below shows energy consumption of several countries including Indonesia.

Table 1.1 Rank of world energy consumption of several countries including Indonesia.

No

Negara

Oil

Natural Gas

Coal

Nuclear energy

Hydro electricity

Total

% World

1

USA

943.1

595.7

573.7

192.1

56.8

2361.4

21.28

2

China

368

60.6

1311.4

14.2

109.3

1863.4

16.79

3

Russian Federation

125.9

394.9

94.5

36.2

40.5

692

6.23

4

Japan

228.9

81.2

125.3

63.1

18.9

517.5

4.66

5

India

128.5

36.2

208

4

27.7

404.4

3.64

6

Canada

102.3

84.6

30.4

21.1

83.3

321.7

2.90

7

Germany

112.5

74.5

86.0

31.8

6.2

311.0

2.80

8

France

91.3

37.7

12.0

99.7

14.4

255.1

2.30

9

South Korea

107.6

33.3

59.7

32.3

1.1

234.0

2.11

10

Brazil

96.5

19.8

13.6

2.8

84.1

216.8

1.95

11

United Kingdom

78.2

82.3

39.2

14.1

2.1

215.9

1.95

12

Iran

77.0

100.7

1.1

-

4.1

182.9

1.65

13

Italy

83.3

70.0

17.5

-

8.8

179.6

1.62

14

Saudi Arabia

99.3

68.3

-

-

-

167.6

1.51

15

Mexico

89.2

48.7

9.2

2.4

6.1

155.5

1.40

16

Spain

78.7

31.6

20.1

12.5

7.4

150.3

1.35

17

Ukraine

15.3

58.2

39.3

20.9

2.3

136.0

1.23

18

South Africa

25.8

-

97.7

3.0

1.2

127.8

1.15

19

Australia

42.2

22.6

53.1

-

3.8

121.8

1.10

20

Taiwan

52.5

10.6

41.1

9.2

1.8

115.1

1.04

21

Indonesia

54.4

30.4

27.8

-

2.0

114.6

1.03

Source: BP Statistical Review of world energy,2008

Table 1.1 shows that world dependence on fossil fuel is high whereas the reserve is limited. Indonesia actually has limited oil reserve, the proven reserve by the end of 2007 was only 4,4 Billion Barrel (BP, 2008). Indonesian president, Susilo Bambang Yudhoyono said that if there are no inventions of new field, Indonesia oil reserve will run out during 18 years, natural gas 60 years and coal 150 years. Indonesia should improve renewable energy production in order to support our national development.

Renewable energy is the only one which consider could support world sustainable development. Unfortunately, the world renewable energy consumption is so few until now. In Indonesia, renewable energy consumption is less than 5 % from Indonesia mix energy utilization. Mostly, Indonesia use fossil fuel as like as other country in the world. A lot of portion of Indonesia energy is supplying electricity and transportation.

Pertarungan di Blok D-Alpha Natuna, “Shell Vs Exxon”

Semalam saya menyaksikan acara “Economics Challenges” di Metro TV mengenai persaingan ketat antara Raksasa Minyak dari negeri Belanda, Shell Royal Dutch dan perusahaan minyak terbesar di dunia asal AS, Exxon Mobil mengenai Blok D-Alpha Natuna, saya pun tidak sabar untuk melaporkannya secara Up date di blog ini…dialog nya sangat menarik dengan narasumber yang cukup kompeten antar lain Maizar Rahman, Mantan Presiden OPEC Indonesia yang saat ini menjabat sebagi komisaris Pertamina, Rudi Rubiandini, pakar energi sekaligus Dosen Teknik Perminyakan ITB dan Catur…pengamat Politik ternama….

Blok D-Alpha Natuna merupakan salah satu cadangan gas alam terbesar di dunia dari segi volume gas. Lokasi ini terletak di laut natuna dengan cadangan total sebesar 46 TCF (Triliun Cubic Feet). Namun sayang sekali, 70 % gas yang terkandung didalamnya merupakan CO2. Sudah lebih dari 25 tahun Exxon Mobil mengeksplorasi kawasan ini dengan bagi hasil yang sangat tidak wajar, sejak tahun 1995 bahkan bagi hasil semakin merugikan negara kita, 100: 0. 100% keuntungan mengalir bebas ke AS. Keterlaluan!!

Untunglah pemerintah segera menyadarinya (walaupun telat!) dengan tidak memperpanjang kontrak eksplorasi di blok tersebut pada tahun 2005 silam. Pemerintah memerintahkan Pertamina untuk mengambil alih blok tersebut, namun ternyata Pertamina membutuhkan partner karena memiliki keterbatasan dalam hal teknologi. 70% CO2 menajdi masalah utama, saat ini belum ada teknologi yang cukup baik untuk memisahkan CO2 sebanyak itu, apalagi dengan cadangan sebesar itu. Jelas pertamina mambutuhkan partner yang handal. Namun, tetap Pertamina menjadi Lead Operator di Blok tersebut.

Ada dua raksasa minyak dunia yang kini berjuang keras menghalalkan segala cara agar bisa berpartner dengan Pertamina. Yah,,tidak salah lagi Exxon Mobil, sang raja minyak asal AS dan Shell, perusahaan minyak terbesar kedua setelah Exxon. Keduanya melakukan berbagai pendekatan terasuk pendekatan politik agar Blok D-Alpha natuna jatuh ketangannya. Sebetulnya tender ini diikuti oleh 6 perusahaan minyak terkemuka lainnya seperti TOTAL, STATOIL, CHEVRON, CNOOC, dll. Namun Shell dan Exxon agaknya yang paling ngebet diantar yang lain.

Shell melobi Indonesia saat kunjungan wapres Jusuf Kalla ke Belanda beberapa hari silam. Karena hal itu, Perdana Mentri Belanda Jan Peter Balkenende harus rela membatalkan pertemuan dengan para Perdana Mentri Uni Eropa saat itu di Inggris dan segera terbang ke Amsterdam untuk menemui Jusuf Kalla. Ada ada dibalik itu?? Apalagi kalau bukan untuk urusan natuna! Shell pasti “menitipkan pesan” untuk urusan menggiurkan itu…

Tak ketinggalan, AS pun ambil gerak cepat. Kunjungan Hillary Clinton ke Indonesia 18-19 Februari lalu bisa jadi bermuatan politik terutama urusan natuna. Lewat Hillary juga, Exxon sudah barang tentu “menitipkan pesan” untuk pemerintah Indonesia disamping rencana kerjasama ekonomi dengan Indonesia. Bahkan Exxon sudah sempat melobi lewat Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro untuk urusan yang satu ini. Exxon memang telah sukses sebelumnya merebut Blok Cepu dari Indonesia dengan kunjungan Kontroversialnya Menlu AS Condoleezza Rice beberapa tahun lalu. Kali ini pun mereka tak mau ketinggalan, Exxon pun berencana menyeret Indonesia ke Arbitrase Internasional mengenai perjanjian kontrak blok D-Alpha natuna. Indonesia tak perlu takut untuk ancaman ini oh Indonesia sudah melaksanakan hal yang benar

Kenapa bisa seperti itu?? Energy salah satu sektor yang paling strategis karena memang energy adalah darah perekonomian”. Kemajuan ekonomi China tahun lalu tidak luput dari besarnya konsumsi energi negara tersebut. Bahkan China menjadi negar terakus energi kedua setelah AS. Makanya jika ada penawaran sangat menggiurkan seperti Blok D-Alpha, mereka bertarung habis-habisan. Apalagi diketahui memang cadanganya besar. 46 TCF sungguh angka yang fantastis. Jauh lebih besar dari cadangan gas lainya seperti tangguh 27 TCF, Kalimantan timur 20 TCF, dan Arun 12 TCF. Mereka menawarkan berbagai Berikut adalah plus-minus dari kedua oil operator tersebut :

Exxon Mobil

Shell

Plus

· 25 tahun berpengalaman

· Punya penyaring CO2

· Bagi Hasil 50 % untuk Indonesia

· Memindahkan refinery yg dibangun di Singapore ke Indonesia

Minus

Bagi hasil 10 % untuk indonesia

Tidak punya pengalaman di natuna

Tak tanggung-tanggung, Shell berencana memindahkan refinery yang kini tengah dibangun di Singapore seharga 5 miliar dolar itu ke Batam untuk menarik perhatian Pemerintah. Bagi hasilpun masih cukup fair 50 :50 dibandingkan dengan Exxon yang sangat tidak manusiawi 90:10. Namun Shell belum punya banyak pengalaman di Blok natuna seperti Exxon.

Harusnya ini menjadi kesempatan besar bagi pertamina untuk “leading” di dunia perminyakan. Selama ini pertamina hanya mampu dan berani mengeksplorasi daratan saja, tidak ada salahnya kali ini mencoba mengeksplor “Off Shore”. Mengenai masalah teknologi, sebetulnya tidak ada masalah yang berarti, penurunan kadar CO2 bisa dilakukan secara bertahap. Dari 70-10 % bisa dilakukan melalui membran. Dari 10-5 % bisa dilakukan dengan cara konvensional yaitu menggunakan ethylene glycol seperti yang sekarang digunakan. Itu teknologi yang umum, teknologi yang diaplikasikan di seluruh palnt gas di dunia. Indonesia memiliki pakar membran yang terkemuka dan negara kita dipandang cukup maju di dunia per membranan. Indonesia pun harusnya bisa. Apa sih masalahnya?

Ternyata eh ternyata,,,masalah utamanya adalah financial, dibutuhkan dana sebesar 40 Miliar dolar untuk membangun tempat disana. Dan karena itulah Indonesia masi saja tergantung dengan perusahaan minyak asing….huhuhu kapan yah kita madiri?? Susah bener yah kita maju?? Tanya kenapa…….

Adakah Pekerjaan Halal Sekarang ini??

Sebagai seorang calon lulusan, sudah saatnya memang menentukan tujuan/rencana setelah lulus. Sebetulnya rencana hidup kita seyogyanya jauh-jauh hari direncanakan, mau kapan nikah, kerja dimana, 10 tahun medatang mau ngapain, dsb. Namun ternyata, semua rencana yang kita buat dari awal terkadang tidak sesuai, seperti saya sekarang contohnya. Dulu waktu tk.1 saya bener2 mau melanjutkan S2 ke luar negeri (pengennya Todai gt…) tapi sekarang niat untuk S2 agaknya dikubur untuk sementara, selain kurang percaya diri dg IPK juga perasaan penat belajar yang sering menghantui, rasanya capeeeek banget kuliah, pusiiiing, apalagi dengan segudang tugas yang membeuat gairah hidup hampir lenyap…karena itulah saat lulus nanti saya milih untuk kerja sajah…hidup para pekerja!!!

Ngomong-ngomong masalah kerja, ternyata tidak seenak yang kita bayangkan. Kebetulan saya punya beberapa teman yang sudah bekerja baik di BUMN maupun asing. Kata salah satu teman saya yang bekerja di perusaaan BUMN konstruksi ini mengaku kecewa. Dia mengeluhkan Sekarang tuh mending punya kerjaan sendiri (berwiraswasta) daripada bekerja saya kaget mendengar itu, bukan karena jeleknya jadi pengusaha, tapi kalimat yang dia katakan sesudah itu “Sekarang itu gak ada kerjaan yang 100 % halal. Praktek korupsi, kecurangan dan ketidakjujuran sudah sangat menjalar”. Shock bukan main saya mendengar itu. Di perusahaan konsruksi sudah menjadi kebisaaan dengan praktek suap-menyuap untuk meng-gol-kan proyek, demikian pun pembelian barang-barang dari vendor yang sarat dengan ketidakjujuran. Naudzubillah…makanya kerja diperusahan itu jika hanya mengandalkan gaji saja kita tidak akan pernah “kaya” tutur teman saya tadi. Dari “duit++” nya itu kita mendapat tambahan duit yang sangat signifikan. Benarkah itu??…allahu’alam., ini hasil obrolan teman saya yang baru beberapa bulan bekerja dengan para kabag dan manajernya..

Saya pun beberapa kali berbincang dengan temen dari perusahaan lain…eh ternyata memang sama. Kalau di level bawah memang belum terasa, kalau sudah di “top management” akan banyak sekali ”godaan” untuk memperoleh “duit++” itu. Mendengar itu, saya jadi memurungkan niat untuk bekerja…pengen jadi dosen saja kayaknya yang setiap hari mengajar, sepertinya jauh dari hal-hal yang “syubhat” (bahkan haram) tadi. Dosen itu sepanjang hidupnya ibadah..insyaallah..Walauun gajinya kecil, tapi setidaknya kita tenang dengan harta yang diperoleh…100% Halal!! Namun ternyata….dunia dosenpun sama!! kebetulan saya cukup dekat dengan salah satu dosen dan dia bilang seperti itu..

Udah jelas dengan kondisi seleksi PNS sekarang…setidaknya butuh duit belasan juta agar bisa diangkat…udah gaji kecil,,,gak halal pula!! Saya bingung dengan para PNS yang masuk lewat jalur suap-menyuap..Apa mereka bodoh atau gmn sih?…Apa tidak takut memberi makan anak istri dengan harta haram? Ga berkah banget itu…Ini jelas haram!! tidakkah mereka berfikir kalau di hari akhir nanti semuanya akan dipertanggung jawabkan?? Ya, ga semua PNS gitu juga, ada yang melalui jalan yang benar…semoga Allah memberikan keberkahan bagi yang jujur.

Sebetulnya halal-haram harta yang kita peroleh kembali kepada kita. Kalau ada yang nyuap, tinggal kita tolak. Gampang kan? Kalau proyek kita pengen bersih, ya,,tidak perlu kita menyogok para pengambil kebijakan (DPR,dll). Kalau kita pengen semuanya bersih…ya tinggal tolak semua yang kotor. Memang kedengarannya gampang, tapi setelah terjun langsung agaknya itu akan sangat susah dilakukan. Budaya seperti itu sudah amat sangat mengakar. Ya, kalau kita mencoba untuk jujur, proyek kita tidak akan pernah jalan, Intinya apapun akan susah tanpa mengikuti mekanisme yang ada saat itu, walapun jelas-jelas itu haram!! Mungkin tidak akan mudah merubah kondisi ini. Perlu proses memang. Jika belum cukup iman, maka kita akan terbawa. Awalnya mungkin maklum, kita mengikuti sistem jahuliyyah itu, lama kelamaan kita malah menganggap itu hal lumrah yang terjadi dan tidak bisa dielakkan lagi..dan lebih lanjut lagi hati kita menjadi dibutakan dengan itu…Naudzubillah

Carilah pekerjaan yang aman…dan seaman-amannya pekerjaan adalah berwirausaha, karena kita sendiri yang menentukan kebijakan (bukan sistem yang menentukan kebijakan kita). Jika kita belum bisa untuk berwirausaha langsung setelah lulus, maka nitkanlah bahwa kita akan menjadi entrepreneur suatu saat..Bolehlah saat ini kita bekerja di perusahaan orang…tapi niatkanlah bahwa suatu saat kita akan berkerja di perusahaan sendiri. Karena ketenangan adalah lebih berharga daripada uang..itu pasti!!!

Ekspedisi Pangandaran ( Part #3)

Green Canyon,

Awal mendengar kata “Green Canyon” hampir saja ketuker dengan “Grand Canyon”. Dua-duanya sama-sama lembah, menakjubkan, dan indah…tapi Green Canyon ada lebihnya…Hijau!! (so..so ngebandingin padahal sekalipun belum pernah ke Grand Canyon…hehehe). Wisata di sana cuma liat-liat pemandangan pake perahu, gak ada yang special sebetulnya..tapi, orang2 pada bilang klo disana seru banget! Jadi penasaran… Kalo hari jumat bukanya mulai dari jam 13.00 sampe jam 16.00. kalo hari lain dari jam 08.00-16.00. tampaknya tidak terlalu istimewa…tapi ternyata…perkiraan gw salah besar!!!

green-canyon-1

Dan benar saja, tempat ini emang cukup favorit, baru datang jam 13.30, kami langsung dapet giliran perahu nomor 217-218….luar bisaa! Emang lagi “High Season” juga sih…wajar! Sambil menunggu giliran naik perahu, kami jalan-jalan mencari makan siang…cukup banyak warung,,,terutama deket terminal yang terletak persis di depan pintu masuk tempat ini. Makanannya bervariasi dari yang murah hingga yang mahal banget juga ada. Dari yang suasananya enak hingga menjijikan juga ada…komplit pokoknya! Kesel nunggu giliran akhirnya kami Foto-foto, dan “Ngegosip” ala cowok-cowok, hahaha. Ga ada kerjaan.

green-canyon-2

Setelah menunggu dengan sabar, akhirnya tiba pula giliran….naek perahu dengan suka cita! Horreee!!! Kamerapun tidak lupa disiapkan..untuk merekam indahnya ciptaan sang maha kuasa. Indaaaah banget. Nggak rugi lah! Sewa satu perahu seharga Rp 75.000 dengan kapasitas lima orang. Kami yang datang bersebelas jadi bingung,,,apa yang seorang digabung dengan yang lain??….eh ternyata…untuk kasus seperti itu, boleh berenam juga koq….baik juga mereka! Kita berlayar hingga hampir satu jam bolak-balik menyusuri muara sungai… ke arah hulu. Pemandangan sepanjang jalan….waw! berkali-kali berucap “Subhamallah” betapa cantiknya ciptanan tuhan yang satu ini. Kesannya daerahnya masih hutan, belum terjamah, dan alami. Dalemnya sungai bisa mencapai 4 meter (kayaknya sih gak ada buayanya). Untuk keselamatan, masing-masing penumpang dibekali dengan “Life Jacket”. kita bebas memotret sepuasnya dimanapun,,,

green-canyon-3

Ujung-ujung perjalanan kita tiba di suatu gua yang amat menakjubkan…tersusun atas karang-karang stalaktit-stalakmit yang masih aktif….kayak lagi hujan… pantas saja warga disana menamakan tempat ini dengan nama “ Cukang Taneuh”(Jembatan Tanah-Bhs Sunda). Diatas gua tersebut ada pohon-pohon gede! Ga terlalu panjang sih guanya,,,tapi dasyat banget!

green-canyon-4

Tepat di ujung gua ada sejenis air terjun (tepatnya bukan air terjun sih…pendek banget, 2 meter ada lah… ) itu di bawahnya dalem banget kayaknya, mengerikan!!! makanya pengawasan di sana emang ekstra hati-hati..banyak banget pengawas-pengawas..aman banget dijamin! Banyak batu karang…di depan batu karangnya itu, kita bisa berenang-renang …tapi….tapi…bayar!!! tambahan 75 rb. Baru boleh sepuasnya berenang ditempat itu….ya,,,sekali lagi kita berfikir,,,itu tidak mungkin!!! Akhirnya cuma foto-foto aja deh…nggak apa-apa lah…nggak nyesel juga udah berkunjung ke tempat yang cantik kayak gini…pas perjalanan pulang,kapal yang ditumpangi kehabisan bensin,,,ga jalan,,selama beberapa menit..pengennya sih kita-kita yang bantu ngedayung,,,itu kan kesempatan jarang! Tapi si emangnya kayaknya tidak rela kita ngedayung…lagian cuma ada dua dayungnya…akhirnya nempel dengan kapal lain,sampe akhirnya beli bensin dan jalan lagi secara normal…

Saatnya pulang…rencananya setelah ini mau ke pangandaran…tujuan terahir…apalagi klo bukan berburu Seafood…nyam-nyam-nyam,,,ngebayanginnya aja air liur serasa bercucuran…hahaha (lebay!)…kita kembali ke gerbang dan siap-siap ke tempat terakhir…..

To be continued….