ITB, PIMNAS dan Adhikarta Kertawidya

Kita semua pasti sepakat bahwa partisipasi mahasiswa dalam lomba karya tulis/penelitian merupakan salah satu parameter berkembangnya iklim penelitian mahasiswa di universitas itu. Karena sudah lama ITB menamakan dirinya sebagai ”Research University” maka keikutsertaan mahasiswa dalam lomba-lomba karya tulis dan sejenisnya perlu didukung secara terpadu. Ada banyak sekali ajang yang bisa diikuti seperti Lomba Inovasi Sains, Teknologi dan Seni ITB, Penghargaan Tanoto Foundation, Penghargaan Rekayasa Industri, LKTM-LH dan Tentunya PKM (P,T,M,dan K) serta PKM-AI dan PKM-GT beberapa bulan menjelang PIMNAS digelar.

Khusus untuk PIMNAS, Saya akui ITB tahun ini terbilang luar biasa, bahkan betul-betul di luar dugaan. Saaaaaangat di luar dugaan…ITB sama sekali bukan tim yang diunggulkan. Waktu PIMNAS berlangsung, beberapa media menyebutkan bahwa universitas yang diunggulkan seperti biasa masih diantara UGM, UB dan IPB. Namun kenyataannya tidak,, ITB memang seharusnya diwaspadai kapanpun, betapa tidak, dari sekitar 80 proposal yang diajukan 53 nya berhasil didanai (lebih dr 66 %), dari angka itu 11 diantaranya lolos ke PIMNAS (lebih dr 20 %). Padahal lolos PIMNAS adalah tahap terberat dalam seluruh rangkaian kegiatan PKM. Universitas papan atas untuk bidang PKM saja hanya meloloskan paling banyak 28 tim dari 250 proposal yang didanai (sekitar 10 %an). Saya sempat kaget mendengar kabar kalau tahun ini ITB berada di urutan ke-5 kontributor peserta terbanyak untuk PIMNAS setelah UGM, UB, IPB, dan UNNES. Dan secara mengejutkan, ITB berhasil menduduki Juara Umum II terpaut 1 emas dari tuan rumah, Universitas Brawijaya. Agaknya ini adalah prestasi terbaik ITB selama 22 tahun sejarah PIMNAS. Dari 11 tim yang lolos, 7 diantaranya berhasil menyabet medali, bahkan ada beberapa tim yang menyabet dua medali sekaligus. Luar biasa!! Bisa ditarik kesimpulan bahwa proposal-proposal yang diajukan mahasiswa ITB memang berkualitas..terbukti lho…

Sebelumnya di PIMNAS 21 UNISSULA, ITB harus puas dengan 1 medali perak saja dari 3 tim yang dikirim. Secara pribadi yang merasa rendah diri menjadi bagian dari tim ITB saat itu, padahal harusnya gak boleh begitu. Temen-temen kampus lain tidak jarang bertanya ”Emang anak-anak ITB pada kemana? Sibuk belajar yah?”. bingung dengan jawabannya, saya hanya bisa menjawab ”Anak ITB itu lebih tertarik untuk ikut ajang-ajang internasional” padahal mah PKM emang gak terlalu dikenal di ITB. Anak IPB selalu bercerita dengan bangganya,,,”di IPB itu anak yang baru masuk aja udah tau PKM”. Di sana PKM udah kaya lalapan aja kayaknya,,udah mendarah daging. Bahkan ada dosen yang khusus membuat tugas kuliah (kaya proposal penelitian) dan itu harus dikirim ke PKM. Himpunan-himpunan nya (keprofesiannya) ngadain workshop PKM, Kemahasiswaan terpusatnya ngadain dan lembaga kemahasiswaannya juga. Betul-betul marak. Rata-rata pelatihannya membahas tentang bagaimana membuat judul yang ”menjual”, bagaimana membuat anggaran yang ”realistis”, bagaimana membuat latar belakang lebih ”memukau”, bagaimana mencari topik yang sederhana dan applicable dan tek-tek bengek seputar trik-trik lolos PKM dan lolos PIMNAS. Dan yang lebih dasyat lagi, ada beberapa orang yang ikut lebih dari 3 proposal yang lolos…Mendengarnya saja sudah terbengong-bengong,,,Sampai segitunya disana. Dipikir-pikir agak lebay juga,,,tapi emang terbukti berhasil. Setiap tahun tak kurang dari 250 proposal yang didanai. Pernah juara umum 2 kali berturut-turut, dan selalu menjadi salah satu kontributor terbanyak untuk PIMNAS. Luarrrrr biasa! Itu artinya yang diajukan lebih dari itu,,,denger2 katanya ada sekitar 600an yang dikirim…Wow,,,,ITB belum sampai segitunya.

Kisah yang lebih mengharukan lagi (menyedihkan lebih tepatnya :p) terjadi di PIMNAS 20 UNILA dua tahun sebelumnya. ITB harus rela berada di urutan ke-26 dan bahkan tanpa perolehan medali satupun kecuali penghargaan stand terbaik III. Betul-betul miris mendengarnya. Bahkan yang membuat tambah ”geram” adalah perlakuan para juri2 saat itu yang katanya ’kurang baik’. Ketika tim ITB tampil,,,beuh,,,itu juri tiba2 melek 180 derajat,,,kesalahan segede ’kutil’ aja langsung keliatan (haha,,,versi lebay!),,,bahkan ada senior dari prodi saya yang katanya laporannya ’dilempar’ dan penelitiannya dianggap tidak original gara-gara hasilnya terlalu bagus dan mereka menilai mahasiswa tidak mungkin melakukan itu. Sesampainya ke prodi,,,seniorku itu langsung nangis2 di depan pembimbing,,,betul2 bikin geram. Tapi, mari kita berfikir positif,,mungkin kita belum siap untuk mendapat medali saat itu dan ini menjadi pelajaran penting bagi perjalanan ITB di PKM.

yesterday is history, tomorrow is mystery and today is a gift,,, Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu (kungfu Panda). Apapun masa lalu itu, yang penting saat ini ITB sudah luar biasa. Mari kita syukuri nikmat saat ini dengan bekerja lebih baik lagi. Dengan hasil yang baik ini, sudah saatnya ITB mulai menargetkan posisi yang lebih tinggi di PIMNAS mendatang. Juara Umum dan menyambut kedatangan Adhikartha kerthawidya(piala bergilir mendiknas bagi juara umum PIMNAS). Ini bukan target yang muluk-muluk. Saya yakin ITB punya kemampuan untuk itu. 100% yakin. Salah satu Juri PIMNAS bahkan menuturkan bahwa ITB adalah ”raksasa tidur”, sangat banyak potensi yang dimiliki namun minatnya masih sangat kurang. Dan target ini hendaknya disosialisasikan secara masif ke seluruh masa kampus. Ya ke prodi ya ke mahasiswa. Pendekatan yang dilakukan haruslah dari dua arah. Saat ini sudah dipastikan kampus-kampus yang ”kecewa” akan melakukan persiapan habis-habisan. jika kita masih terlena,,maka sungguh kita sangat ketinggalan jauh,,. Saat ini hanya beberapa prodi saja yang mulai ’mengenal’ PKM…kalau semuanya tau,,,wah pasti akan makin banyak yang lolos..

Perhelatan akbar itu akan dimulai kembali. 15 September 2009 akan menjadi penentuan ITB di PIMNAS 2010 di Bali. Satu-satunya target terdekat kita adalah tentu mengirimkan proposal sebanyak-banyaknya. Dan tentu harus bervariasi. Mutlak! Tahun lalu, proposal PKM penelitian sangat melimpah, tidak seimbang dengan PKM kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat. Dana maksimum 10 juta saat ini harusnya menjadi salah satu penarik PKM 2010. Tahun lalu, maksimal 6 juta saja ada sekitar 80 tim yang mengajukan, harusnya tahun ini meningkat tajam. Semoga…semoga…Sepertinya mahasiswa ITB perlu dikenalkan lagi apa itu PKM, apa pentingnya ,dsb. Apalagi PIMNAS tahun depan tempatnya di Bali,,,,wow!

Ingin bersua dengan 1500 orang dari 120 universitas di Indonesia? dapet hadiah? dapet kenalan baru? dan tamasya? Ikut PKM lagi. Kita ramaikan PKM tahun ini dan mengajak yang lain sebanyak-banyaknya untuk menyambut kedatangan ”Adhikarta Kertawidya” di kampus tercinta…sejarah baru lagi tuh,,,

2 Comments

  1. Posted September 16, 2009 at 11:07 pm | Permalink

    Gus,,,text nya lw potong2 donk. biar enak bacanya. ini mah kaya baca text book.

    kemal

  2. Posted September 17, 2009 at 4:21 am | Permalink

    ini mah cuma mindahin dari note facebook gw,,,jadi ga sempet dibagus2sin,,,setidaknya blog gw ada artikelnya lah….

Post a Comment

Your email is never shared.