Adakah Pekerjaan Halal Sekarang ini??

Sebagai seorang calon lulusan, sudah saatnya memang menentukan tujuan/rencana setelah lulus. Sebetulnya rencana hidup kita seyogyanya jauh-jauh hari direncanakan, mau kapan nikah, kerja dimana, 10 tahun medatang mau ngapain, dsb. Namun ternyata, semua rencana yang kita buat dari awal terkadang tidak sesuai, seperti saya sekarang contohnya. Dulu waktu tk.1 saya bener2 mau melanjutkan S2 ke luar negeri (pengennya Todai gt…) tapi sekarang niat untuk S2 agaknya dikubur untuk sementara, selain kurang percaya diri dg IPK juga perasaan penat belajar yang sering menghantui, rasanya capeeeek banget kuliah, pusiiiing, apalagi dengan segudang tugas yang membeuat gairah hidup hampir lenyap…karena itulah saat lulus nanti saya milih untuk kerja sajah…hidup para pekerja!!!

Ngomong-ngomong masalah kerja, ternyata tidak seenak yang kita bayangkan. Kebetulan saya punya beberapa teman yang sudah bekerja baik di BUMN maupun asing. Kata salah satu teman saya yang bekerja di perusaaan BUMN konstruksi ini mengaku kecewa. Dia mengeluhkan Sekarang tuh mending punya kerjaan sendiri (berwiraswasta) daripada bekerja saya kaget mendengar itu, bukan karena jeleknya jadi pengusaha, tapi kalimat yang dia katakan sesudah itu “Sekarang itu gak ada kerjaan yang 100 % halal. Praktek korupsi, kecurangan dan ketidakjujuran sudah sangat menjalar”. Shock bukan main saya mendengar itu. Di perusahaan konsruksi sudah menjadi kebisaaan dengan praktek suap-menyuap untuk meng-gol-kan proyek, demikian pun pembelian barang-barang dari vendor yang sarat dengan ketidakjujuran. Naudzubillah…makanya kerja diperusahan itu jika hanya mengandalkan gaji saja kita tidak akan pernah “kaya” tutur teman saya tadi. Dari “duit++” nya itu kita mendapat tambahan duit yang sangat signifikan. Benarkah itu??…allahu’alam., ini hasil obrolan teman saya yang baru beberapa bulan bekerja dengan para kabag dan manajernya..

Saya pun beberapa kali berbincang dengan temen dari perusahaan lain…eh ternyata memang sama. Kalau di level bawah memang belum terasa, kalau sudah di “top management” akan banyak sekali ”godaan” untuk memperoleh “duit++” itu. Mendengar itu, saya jadi memurungkan niat untuk bekerja…pengen jadi dosen saja kayaknya yang setiap hari mengajar, sepertinya jauh dari hal-hal yang “syubhat” (bahkan haram) tadi. Dosen itu sepanjang hidupnya ibadah..insyaallah..Walauun gajinya kecil, tapi setidaknya kita tenang dengan harta yang diperoleh…100% Halal!! Namun ternyata….dunia dosenpun sama!! kebetulan saya cukup dekat dengan salah satu dosen dan dia bilang seperti itu..

Udah jelas dengan kondisi seleksi PNS sekarang…setidaknya butuh duit belasan juta agar bisa diangkat…udah gaji kecil,,,gak halal pula!! Saya bingung dengan para PNS yang masuk lewat jalur suap-menyuap..Apa mereka bodoh atau gmn sih?…Apa tidak takut memberi makan anak istri dengan harta haram? Ga berkah banget itu…Ini jelas haram!! tidakkah mereka berfikir kalau di hari akhir nanti semuanya akan dipertanggung jawabkan?? Ya, ga semua PNS gitu juga, ada yang melalui jalan yang benar…semoga Allah memberikan keberkahan bagi yang jujur.

Sebetulnya halal-haram harta yang kita peroleh kembali kepada kita. Kalau ada yang nyuap, tinggal kita tolak. Gampang kan? Kalau proyek kita pengen bersih, ya,,tidak perlu kita menyogok para pengambil kebijakan (DPR,dll). Kalau kita pengen semuanya bersih…ya tinggal tolak semua yang kotor. Memang kedengarannya gampang, tapi setelah terjun langsung agaknya itu akan sangat susah dilakukan. Budaya seperti itu sudah amat sangat mengakar. Ya, kalau kita mencoba untuk jujur, proyek kita tidak akan pernah jalan, Intinya apapun akan susah tanpa mengikuti mekanisme yang ada saat itu, walapun jelas-jelas itu haram!! Mungkin tidak akan mudah merubah kondisi ini. Perlu proses memang. Jika belum cukup iman, maka kita akan terbawa. Awalnya mungkin maklum, kita mengikuti sistem jahuliyyah itu, lama kelamaan kita malah menganggap itu hal lumrah yang terjadi dan tidak bisa dielakkan lagi..dan lebih lanjut lagi hati kita menjadi dibutakan dengan itu…Naudzubillah

Carilah pekerjaan yang aman…dan seaman-amannya pekerjaan adalah berwirausaha, karena kita sendiri yang menentukan kebijakan (bukan sistem yang menentukan kebijakan kita). Jika kita belum bisa untuk berwirausaha langsung setelah lulus, maka nitkanlah bahwa kita akan menjadi entrepreneur suatu saat..Bolehlah saat ini kita bekerja di perusahaan orang…tapi niatkanlah bahwa suatu saat kita akan berkerja di perusahaan sendiri. Karena ketenangan adalah lebih berharga daripada uang..itu pasti!!!

Ekspedisi Pangandaran ( Part #3)

Green Canyon,

Awal mendengar kata “Green Canyon” hampir saja ketuker dengan “Grand Canyon”. Dua-duanya sama-sama lembah, menakjubkan, dan indah…tapi Green Canyon ada lebihnya…Hijau!! (so..so ngebandingin padahal sekalipun belum pernah ke Grand Canyon…hehehe). Wisata di sana cuma liat-liat pemandangan pake perahu, gak ada yang special sebetulnya..tapi, orang2 pada bilang klo disana seru banget! Jadi penasaran… Kalo hari jumat bukanya mulai dari jam 13.00 sampe jam 16.00. kalo hari lain dari jam 08.00-16.00. tampaknya tidak terlalu istimewa…tapi ternyata…perkiraan gw salah besar!!!

green-canyon-1

Dan benar saja, tempat ini emang cukup favorit, baru datang jam 13.30, kami langsung dapet giliran perahu nomor 217-218….luar bisaa! Emang lagi “High Season” juga sih…wajar! Sambil menunggu giliran naik perahu, kami jalan-jalan mencari makan siang…cukup banyak warung,,,terutama deket terminal yang terletak persis di depan pintu masuk tempat ini. Makanannya bervariasi dari yang murah hingga yang mahal banget juga ada. Dari yang suasananya enak hingga menjijikan juga ada…komplit pokoknya! Kesel nunggu giliran akhirnya kami Foto-foto, dan “Ngegosip” ala cowok-cowok, hahaha. Ga ada kerjaan.

green-canyon-2

Setelah menunggu dengan sabar, akhirnya tiba pula giliran….naek perahu dengan suka cita! Horreee!!! Kamerapun tidak lupa disiapkan..untuk merekam indahnya ciptaan sang maha kuasa. Indaaaah banget. Nggak rugi lah! Sewa satu perahu seharga Rp 75.000 dengan kapasitas lima orang. Kami yang datang bersebelas jadi bingung,,,apa yang seorang digabung dengan yang lain??….eh ternyata…untuk kasus seperti itu, boleh berenam juga koq….baik juga mereka! Kita berlayar hingga hampir satu jam bolak-balik menyusuri muara sungai… ke arah hulu. Pemandangan sepanjang jalan….waw! berkali-kali berucap “Subhamallah” betapa cantiknya ciptanan tuhan yang satu ini. Kesannya daerahnya masih hutan, belum terjamah, dan alami. Dalemnya sungai bisa mencapai 4 meter (kayaknya sih gak ada buayanya). Untuk keselamatan, masing-masing penumpang dibekali dengan “Life Jacket”. kita bebas memotret sepuasnya dimanapun,,,

green-canyon-3

Ujung-ujung perjalanan kita tiba di suatu gua yang amat menakjubkan…tersusun atas karang-karang stalaktit-stalakmit yang masih aktif….kayak lagi hujan… pantas saja warga disana menamakan tempat ini dengan nama “ Cukang Taneuh”(Jembatan Tanah-Bhs Sunda). Diatas gua tersebut ada pohon-pohon gede! Ga terlalu panjang sih guanya,,,tapi dasyat banget!

green-canyon-4

Tepat di ujung gua ada sejenis air terjun (tepatnya bukan air terjun sih…pendek banget, 2 meter ada lah… ) itu di bawahnya dalem banget kayaknya, mengerikan!!! makanya pengawasan di sana emang ekstra hati-hati..banyak banget pengawas-pengawas..aman banget dijamin! Banyak batu karang…di depan batu karangnya itu, kita bisa berenang-renang …tapi….tapi…bayar!!! tambahan 75 rb. Baru boleh sepuasnya berenang ditempat itu….ya,,,sekali lagi kita berfikir,,,itu tidak mungkin!!! Akhirnya cuma foto-foto aja deh…nggak apa-apa lah…nggak nyesel juga udah berkunjung ke tempat yang cantik kayak gini…pas perjalanan pulang,kapal yang ditumpangi kehabisan bensin,,,ga jalan,,selama beberapa menit..pengennya sih kita-kita yang bantu ngedayung,,,itu kan kesempatan jarang! Tapi si emangnya kayaknya tidak rela kita ngedayung…lagian cuma ada dua dayungnya…akhirnya nempel dengan kapal lain,sampe akhirnya beli bensin dan jalan lagi secara normal…

Saatnya pulang…rencananya setelah ini mau ke pangandaran…tujuan terahir…apalagi klo bukan berburu Seafood…nyam-nyam-nyam,,,ngebayanginnya aja air liur serasa bercucuran…hahaha (lebay!)…kita kembali ke gerbang dan siap-siap ke tempat terakhir…..

To be continued….

Ekspedisi Pangandaran ( Part #2)

Batu Karas Beach,

Ya…batu karas! Tidak salah lagi…ini memang pantai yang cantik berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari gerbang pantai pangandaran. Walaupun luas pantai yang bisa digunakan untuk berenang jauh lebih kecil, namun jangan salah…pantainya ternyata bersiiiiiiiih banget! Tidak seperti di pangandaran yang kotor. Di batu karas juga terdapat Hotel mulai dari yang berbintang hingga hotel-hotelan. Banyak hal yang bisa dinikmati di pantai eksotis ini, surfing, berenang dan lain-lain. Pengunjungnya pun bisa dikatakan sedikit,,, gak se-Crowded di pagandaran lah….leluasa banget pokoknya…kayak pantai punya sendiri aja…bebas teriak-teriak! Hahahaha.

batu-karas-11

Di sana juga ada wisatawan asing, lumayan banyak loh…kayaknya mereka datang hanya untuk surfing soalnya di pantai pangandaran tidak diperbolehkan surfing. Mereka jago-jago loh surfingnya..tapi yang biking gw heran adalah kakek-kakek perkasa…kenapa perkasa,,dia tuh orang asing yang jago banget surfing..dari penampilannya gw bener-bener gak yangka,,soalnya dia tuh gendut dan udah tua,,,kulitnya keriput..kelihatan banget…tapi dia bawa-bawa papan selancar…dia berani banget berenang ke tengah nyari-nyari ombak gede…dan pas ada ombak gede…Buset!! Dia bener-bener bisa berdiri di papan selancar dan dengan lihainya dia berliuk-liuk bermain bersama ombak….Keren banget! Gw bener-bener ga nyangka tuh kakek-kakek…

Karena kita penasaran dengan surfing, akhirnya kami putuskan untuk menyewa…50 rb sepuasnya…hahaha. Maklum mahasiswa..sewa rame-rame akhirnya. biar ngirit gitu maksudnya…hehehe. Tiap orang dapet giliran sampe dia bisa berdiri…ya, sekitar 2-3 kali ombak gede datang. Klo Cuma pengen mengambang-ngambang aja..bisa nyewa papan yang bisa mengapung (namanya Lupa) seharga Rp 5rb sepuasnya. Foto-foto tidak lupa kami lakukan,,,sekadar oleh-oleh…hehehe. Untunglah si Bidin, ga mau renang…dia cuma asyik liatin kita-kita berenang bermain ombak dan selancar walaupun ga bisa-bisa. Sebetulnya di sana juga ada “sekolah sufing nya” juga, Cuma bayar 30 ribu tambahan kita diajarin langsung teknik surfing di laut oleh ahlinya..tapi sekali lagi..kita adalah mahasiswa!!! Bukan mahasiswa namanya kalau nggak ngirit dalam segala hal.

Di antara semua yang surfing cuma beberapa orang aja yang berhasil berdiri. Jangan salah loh..surfing itu susah..perlu latian yang sering…berdiri aja susahnya minta ampun..pertama, iketin tali surfingnya di kaki kanan,,,abis itu naik papan sambil merangkak dan dayung2 pake kedua tangan…pas gilirannya ombak gede datang, tunggu beberapa detik trus sberdiri deh….asyiiik banget!! Salah dari kita yang bisa berdiri adalah gw, orang2 bilang karena gw kurus banget, makanya bisa berdiri dengan mudah…si Aziz yang badannya “sangat beisi” susah banget berdiri dari papan selancar…hahaha. Pas gw naek trus berdiri,,,kontan temen2 bersorak gembira…akhirnya ada juga yang berhasil berdiri walaupun cuma beberapa saat saja…mereka bahkan bilang,,,klo gw cocok kerja di air,,, (kayak di REG<spasi>PRIMBON) mereka juga bilang klo gw anak pantai,,,aneh-aneh aja..orang baru 2 kali ke pantai juga! Aneh!! Tapi,,,seru banget sih maen2 di pantai..apalagi pantai sepi dan cantik kayak di batu karas ini…

batu-karas-3

Sehabis maen surfing, renang2 ga jelas, maen ombak, perang2an pasir, dan foto2 (tentunya!) tepat jam 8.30 kita cabut dari tempat itu..rencananya mau ke tempat wisata lain yang jaraknya tidak jauh dari pantai batu karas, Cuma 10 menit perjalanan ke arah panai pangandaran,,, ke lembah yang cantik dan hijau. Naek perahu sambil liatin pemandangan menakjubkan… apa ya? Pokoknya beres2 dulu, makan, dan jumatan. baru menuju ke tempat tadi. Ga sabar banget gw untuk segera ke tempat itu…Horeee Green Canyon!!!

batu-karas-4

Ekspedisi Pangandaran ( Part #1)

Liburan adalah obat mujarab ketika kita stress dengan segudang aktivitas yang mengerikan…ya, sebagai mahasiswa sudah barang tentu aktivitas akademik dan organisasi menjadi kesibukannya,,Adalah sekumpulan mahasiswa Teknik Kimia ITB angkatan 2005 mulai berfikir ke arah sana …Liburan, liburan dan Liburan!! Penat memang kuliah di Teknik Kimia tanpa disertai dengan aktivitas rekreasi,,,setelah segenap pikiran, tenaga diporsir habis-habisan,,,perlu Recharge..agar pulih kembali…terlebih lagi saat masa-masa mengerikan (semester 5 dan 6) dengan praktikum yang asyik dasyat (Lupa makan, lupa tidur,dan menghabiskan gairah hidup…lebay pisan!), proposal TA dan ujian-ujian yang banyak! Ya.. memang tidak sempat melaksanakan Liburan sama sekali, selesainya semester 6, semua mahasiswa disebar di seantero negeri, untuk mengaplikasikan ilmunya,,,Kerja Praktek! Bener2 senatero negeri loh…kecuali Indonesia Timur..Selama semester 7 yg kuliahnya relatif ringanpun, kami ga sempat refreshing. Jadi…liburan akhir tahun akan benar2 dimanfaatkan…harus!!!

Pangandaran menjadi lokasi yang hendak dikunjungi, digawangi oleh Ridho dan Dani yang keduanya kebetulan asli orang Jawa Barat Timur, kami pun mulai menyusun rencana..bahkan tidak tangung-tanggung seangkatan diajak untuk bergabung,,,dan yang lebih gila lagi adala perjalannan yang akan kita tempuh,,Touring Pake Motor!! Waw….makin seru aja..dengan jarak kurang lebih 300 Km kami memebranikan diri,,memang, tidak hanya suasana pantai saja yang kami inginkan, namun kebersamaan di perjalananpun ingin dibuat berkesan, apalagi di tingkat akhir seperti sekarang ini,,kebersamaan angkatan memang kesempatan yang sepatutnya dimanfaatkan sebelum akhirnya berpisah beberapa bulan lagi..

dsc004881Karena “Timing” yang kurang tepat, akhirnya hanya bersebelas orang kami berangkat, maklum perjalanan dimulai saat tepat tanggal 25 Des 08 (Hari Natal), sebagian rekan sedang berlibur di kampoeng halaman masing-masing dan ada yang merayakan natal, bahkan sang Konseptor, Dani & Rdho akhirnya tidak bisa Ikut Karena ada acara Penting (Dani) dan Sakit (ido). Namun demikian Kami tetap semangat, kami yakin sekali, ini akan menjadi perjalanan yang menakjubkan..bahkan paling menakjubkan yang pernah kami alami..(Lebay!!)

Kami berangkat Pukul 07.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Bandung) dari Gerbang Ganesha dengan seragam memakai JAHIM…keren abis! Kompak!. Selama Perjalanan Kami beberapa kali berhenti, tentu saja Istirahat,,untuk sekelompok orang yang belum terbiasa bepergian jauh, tentu ini bukan hal yang ringan…rasanya pegeeeel banget dan yang paling terasa adalah Pantat! Rasanya sepeti lenyap ditelan perjalanan…hehehe. Tapi untunglah kami selalu bersama-sama jadi sekalipun pantat serasa hilang, mata perih, dan pegel-pegel di tangan, tapi Kami selalu semangat!! Layaknya semangat para pejuang HAMAS merebut kembali tanah palestina dari tangan Zionis Israel..Allahu Akbar!! Perjalanan Bandung-Garut-Tasik-Banjar Kami tempuh dalam 6 jam, tentu dengan beberapa kali istirahat…Ishoma dulu, Dhuzur di Qasar dan Ashar di Jama’-Qasar,,baru lanjut lagi…capek banget! tapi kami tetap semangat! Oya, kami mampir bentar ke rumah kerabat salah satu teman Kami, Irman,,,dijamu dan disambut baik..makasih ya Bu, baik banget!

dsc00492Dari Banjar,,lanjut ke Pangandaran , kami tempuh dalam 2 jam sambil ngebut karena takut kemaleman di jalan..beruntunglah karena Kami sudah jauh-jauh hari booking Hotel (tapatnya sih hotel-hotelan,hehehe..maklum mahasiswaJ) jadi kami tak perlu bingung-bingung cari penginapan lagi…apalagi saat itu emang lagi “High Season” banget…klo nekad cari saat itu juga dijamin Gak dapet tuh penginapan. Sesampainya di pangandaran kami malah menuju tempat lain yang konon katanya lebih sepi, tapi pantainya bagus, apa ya? Saya sih nurut2 aja,lagian belum pernah pergi sebelumnya ke tempat itu,,jadi, Ok-OK aja..tidak jauh dari Gerbang masuk pantai Pangandaran kami berbelok ke kanan,,tempatnya cukup jauh,,menyusuri jalan-jalan dekat pesisir dn perkmapungan warga. Sekitar 30 menit perjalanan kami sampai…wangi pantai sudah tercium dari radius 1 Km…rasanya senang sekali..rasa capekpun tiba-tiba hilang,,,ketika kami pertama kali tiba di pantai itu…ya,,,memang pantai yang indah,,sepi??lumayan sih…suasanaya enak banget pokonya…tempat itu adalah Batu Karas Beach.

dsc00508

BAYER ECO-MINDS FORUM 25-30 Mei 2009 New Zealand

Eco-Minds merupakan salah satu kerjasama global antara Bayer dengan United Nations Environmental Program (UNEP) yang bertujuan untuk memberikan tantangan kepada para pemuda dalam memikirkan manfaat ilmu dan teknologi secara kreatif dan praktis secara interdisipliner agar dapat menjawab tantangan Sustainable Development.

Selain menjaga fokus utamanya dalam inovasi iptek, pendekatan yang dilakukan juga harus memasukkan faktor-faktor sosial,ekonomi dan budaya dalam setiap tahapannya.

mahasiswa yang diundang haruslah berstatus mahasiswa aktif danberusia antara 18-24 tahun dari berbagai perguruan tinggi maupun sekolah tinggi di Indonesia yang memiliki kepedulian besar terhadap perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan untuk berpartisipasi dalam program Eco-Minds 2009, dengan mengisi formulir, melampirkan seluruh dokumen yang dibutuhkan dan menyertakan suatu essai mengenai

Sustainable Energy Supply: Challenges and Opportunities

Proses Seleksi:

  1. Peserta mengisi formulir yang disediakan (dapat diperbanyak/ difotokopi atau diunduh dari www.eco-minds. com dan melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan serta mengirimkan semua dokumen tersebut paling lambat tanggal 12 Februari 2009 ke:Eco-Minds Program
    Corporate Communications
    PT Bayer Indonesia
    Mid Plaza 1, lt.12
    Jl. Jend Sudirman Kav 10 – 11
    Jakarta 10220

  2. Tiga (3) peserta terpilih akan menjadi anggota delegasi Indonesia di forum Eco-Minds 2009 di Selandia Baru, 25 – 30 Mei 2009.


Seluruh persyaratan dan ketentuan peserta dapat dilihat di www.eco-minds. com

Siapa Bilang Negeri kita kaya?

Sejak SD bahkan sejak kita masih orok, guru kita bahkan orang tua kita selalu berkata ” Bersyukurlah nak, kita tinggal di Indonesia, negara yang sangat kaya raya…” di pepatah bahkan disebutkan bahwa, tanah di indonesia amat subur dan kaya akan sumber alam ” bahkan tongkat dan batu pun bisa jadi tanaman“. Agaknya pemikiran ini patut segera kita singkirkan jauh-jauh…bahkan saaangat jauh…(lho koq?). bisa jadi karena pemahaman ini negeri kita masih tetap terbelakang…

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti kuliah umum dari Pak Toga P. Suprapto, mantan Dirut PT Badak NGL yang kini berstatus sebagai advisor bidang minyak dan gas pada Direktorat Hulu PT. Pertamina. kuliah umum tersebut membuat kami semua membuka mata bahwa negeri kita sebetulnya miskin..(maksudnya gak kaya-kaya amat). Dengan sangat antusias, alumni Teknik Kimia ITB tahun 73 tersebut menjelaskan secara gamblang mengenai Kebijakan Energi Indonesia. Cadangan minyak indonesia tidaklah menggembirakan, saat ini tercatat hanya sebesar 0,36 % cadangan total dunia…batu-bara pun demikian, saat ini tercatat hanya 0,55 % dunia. gas alam lebih mendingan lagi, berada di level 1,83 % dunia. jadi, sebetulnya apa yang harus kita banggakan?? dengan cadangan bahan bakar fosil yang sangat sedikit tersebut , negeri kita dengan bangga (tidak tahu diri lebih tepatnya..) mengekspor LNG , minyak mentah dan batu bara ke luar negeri. bahkan untuk LNG, indonesia tercatat sebagai eksportir terbesar di dunia….ck…ck…ck hebat baget!

Di tengah krisis energi yang tengah melanda kita, masih sempet ekspor LNG. bahkan beberapa waktu lalu sempat heboh, negara kita berpotensi mengalami kerugian besar akibat jual-beli LNG ini…. sebaiknya energi tersebut digunakan untuk memenuhi dalam negeri. jika saat ini, negeri kita mengalamimi krisis listrik akibat berkurangnya bahan bakar untuk PLTD, dan itu jelas amat sangat menggangu aktivitas kita semua termasuk dunia kampus (ada pematian lampu secara rutin, dan pembatasan pemakaian alat di laboratorium), mengapa tidak LNG tersebut dimanfaatkan untuk listrik saja…memang kita memiliki kekayaan alam lain yang juga besar, tapi saat ini memang masih kurang ekonomis, semisal Panas Bumi. Kabarnya negeri kita adalah gudangnya panas bumi dunia, lebih dari 27.000 MW dari 55.000 MW potensi panas bumi dunia terdapat di deretan gunung di negeri ini. namun sayang, baru ekonomis saat harga minyak dunia di atas US $ 100 per barrel.

jadi, sebaiknya pemerintah memanfaatkan kekayaan alam indonesia seoptimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat. Untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang primer terlebih dahulu, yaitu energi. Memang, kekayaan alam lain juga banyak di negeri kita, tapi bukan untuk kita banggakan. tapi untuk kita manfaatkan secara optimal. bisa jadi negara kita belum maju pesat, karena paradigma yang sudah ditanamkan dengan sangat kuat di mental warga negaranya bahwa Indonesia adalah negara kaya…ini cenderung membuat kita terlena dan tidak bergerak dibandingkan memberikan semangat yang tinggi untuk membangun bangsa. coba lihat saja Arab Saudi, negara ini jelas diakui dunia sebagai negara kaya raya terutama minyak. karena kaya tersebut, sebagian besar warga negaranya menjadi “pemalas” jauh berbeda dengan Jepang yang sejak awal ditanamkan bahwa negaranya memang miskin dengan sumber daya alam yang justru ini membuat warga negaranya semakin sadar dan ulet untuk membangun negerinya….

Pemikiaran memang menjadi awal kita untuk bergerak, jika pola pikir kita salah, maka salah pula hasilnya…sebelum negara kita mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, mari kita sama-sama benahi pikiran kita, Indonesia bukanlah negara yang kaya sumber alam.  Indonesia membutuhkan warga negar yang ulet dan sadar membangun bangsanya…Merdeka!

Ujian EVEK

Ga nafsu makan?? Tentu!!! Ga semangat lagi ?? Jelas!!! dan sedih??of course…ya itulah yang aku rasakan saat ini…ujian ke-2 semester 7 berhasil aku lalui…seperti kata pepatah “ Badai Pasti berlalu” Ya, tentu, tapi aku ga berhasil melaewatinya….ujian EVEK (evaluasi Ekonomi Pabrik Kimia-red) telah berhasil membuat diriku ga semangat lagi…Hiks…hiks…hiks…

ujian berdurasi 2 jam ini benar-benar membuat diriku tak berkutik, walaupun jumlah soalnya Cuma delapan, tapi masing-masing soal seakan hanya bisa diselesaikan dalam 1 tahun…(lebay!) kenapa? Karena yang membuat soal adalah Pak GHS yang terkenal dengan kualitasnya yang luar bisaa. Beliau sendiri bahkan bilang “ Soal yang saya buat diset untuk tidak bisa diselesaikan dengan waktu yang diberikan…” artinya pasti setiap mahasiswa tidak akan selesai ngerjain. Dan itu terbukti setiap mahasiswa yang aku tanya mengenai ujian tadi semuanya belum selesai mengerjakan….wah…wah…hebat bener ni Pak GHS.

Yang paling mengerikan saat ujian adalah ada peserta yang telat. Tidak tahu persis angkatan berapa, yang pasti bukan angkatan 2005. Dia kayaknya lebih sial lagi, soalnya tidak diperbolehkan masuk oleh pak GHS, karena telat 10 menit…..(kacian bener!) sebelumnya pak dosen emang udah bilang, kalo saat ujiannya dia, ga boleh ada peserta yang datang lebih akhir dari dia, ya…seperti itulah akibatnya. Suasana kelas saat ujian bagaikan di ruang mayat RSHS. Angker! Sunyi! Dan mengerikan! Detik-demi detik , menit demi menit aku habiskan dengan memandangi soal yang aneh itu, sepertinya 10 kali lebih susah dibanding dengan yang ada buku panduan…ya, Allah…apa nasibku ntar dengan soal seprti ini, dalam hati aku memohon pertolongan…dan Bismillah! Akupun mulai mengerjakan sebisaku…

Memang bukan rezeki, kali ini ujian belum lagi maksimal…(perlu belajar lagi nih! Smangat!) dari delapan soal hanya 2 soal saja yang berhasil kutuntaskan, sisanya….ya masih sebagian-sebagian bahkan ada yang belum dijawab sama sekali. Setelah bubaran, setiap orang tentu menjerit-jerit, mencocokan jawaban satu dengan yang lainnya, ada yang tersenyum bahagia karena dapat ngerjain 7 soal, rata-rata pada bisa ngerjain 5 soal…ya maklum lah anak teknik Kimia,,cerdas-cerdas karena kebanyakan emang SO orangnya…

Uuuh,,,teringat beberapa hari sebelumnya, saat aku habis-habisan belajar untuk menghadapi ujian ini, hanya 3 jam tidur, belajar bareng kesana kemari, lupa makan, dll….sia-siakah itu semua?? Tentu tidak!! Karena Allah maha tahu yang terbaik bagi hambanya…inilah nilai yang terbaik bagiku. Semoga Lain kesempatan aku dapet yang lebih baik lagi amiiin….

Hello world!

Finally…saya bikin blog lagi…blog ketiga saya. dua blog sebelumnya sudah saya buat dengan sekuat tenaga, namun apa daya, belum maksimal..ga keurus deh! selain itu juga, settingan yang membingungkan dan ribet pisan membuat saya memutuskan untuk menyerah dan memulai lembaran baru di “Blog Provider” yang baru…WOrdpress. semoga ini menjadi langkah awal untuk saling berbagi dengan orang-orang di manapun dan bisa menginspirasi orang-orang kapan pun.

Tidak ada kata menyerah dan tidak ada kata terlambat untuk belajar…saya akan terus belajar ntuk menjadi pribadi yang lebih dan lebih baik lagi…

Ganbatte!!