Sebagai seorang calon lulusan, sudah saatnya memang menentukan tujuan/rencana setelah lulus. Sebetulnya rencana hidup kita seyogyanya jauh-jauh hari direncanakan, mau kapan nikah, kerja dimana, 10 tahun medatang mau ngapain, dsb. Namun ternyata, semua rencana yang kita buat dari awal terkadang tidak sesuai, seperti saya sekarang contohnya. Dulu waktu tk.1 saya bener2 mau melanjutkan S2 ke luar negeri (pengennya Todai gt…) tapi sekarang niat untuk S2 agaknya dikubur untuk sementara, selain kurang percaya diri dg IPK juga perasaan penat belajar yang sering menghantui, rasanya capeeeek banget kuliah, pusiiiing, apalagi dengan segudang tugas yang membeuat gairah hidup hampir lenyap…karena itulah saat lulus nanti saya milih untuk kerja sajah…hidup para pekerja!!!
Ngomong-ngomong masalah kerja, ternyata tidak seenak yang kita bayangkan. Kebetulan saya punya beberapa teman yang sudah bekerja baik di BUMN maupun asing. Kata salah satu teman saya yang bekerja di perusaaan BUMN konstruksi ini mengaku kecewa. Dia mengeluhkan “Sekarang tuh mending punya kerjaan sendiri (berwiraswasta) daripada bekerja” saya kaget mendengar itu, bukan karena jeleknya jadi pengusaha, tapi kalimat yang dia katakan sesudah itu “Sekarang itu gak ada kerjaan yang 100 % halal. Praktek korupsi, kecurangan dan ketidakjujuran sudah sangat menjalar”. Shock bukan main saya mendengar itu. Di perusahaan konsruksi sudah menjadi kebisaaan dengan praktek suap-menyuap untuk meng-gol-kan proyek, demikian pun pembelian barang-barang dari vendor yang sarat dengan ketidakjujuran. Naudzubillah…makanya kerja diperusahan itu jika hanya mengandalkan gaji saja kita tidak akan pernah “kaya” tutur teman saya tadi. Dari “duit++” nya itu kita mendapat tambahan duit yang sangat signifikan. Benarkah itu??…allahu’alam., ini hasil obrolan teman saya yang baru beberapa bulan bekerja dengan para kabag dan manajernya..
Saya pun beberapa kali berbincang dengan temen dari perusahaan lain…eh ternyata memang sama. Kalau di level bawah memang belum terasa, kalau sudah di “top management” akan banyak sekali ”godaan” untuk memperoleh “duit++” itu. Mendengar itu, saya jadi memurungkan niat untuk bekerja…pengen jadi dosen saja kayaknya yang setiap hari mengajar, sepertinya jauh dari hal-hal yang “syubhat” (bahkan haram) tadi. Dosen itu sepanjang hidupnya ibadah..insyaallah..Walauun gajinya kecil, tapi setidaknya kita tenang dengan harta yang diperoleh…100% Halal!! Namun ternyata….dunia dosenpun sama!! kebetulan saya cukup dekat dengan salah satu dosen dan dia bilang seperti itu..
Udah jelas dengan kondisi seleksi PNS sekarang…setidaknya butuh duit belasan juta agar bisa diangkat…udah gaji kecil,,,gak halal pula!! Saya bingung dengan para PNS yang masuk lewat jalur suap-menyuap..Apa mereka bodoh atau gmn sih?…Apa tidak takut memberi makan anak istri dengan harta haram? Ga berkah banget itu…Ini jelas haram!! tidakkah mereka berfikir kalau di hari akhir nanti semuanya akan dipertanggung jawabkan?? Ya, ga semua PNS gitu juga, ada yang melalui jalan yang benar…semoga Allah memberikan keberkahan bagi yang jujur.
Sebetulnya halal-haram harta yang kita peroleh kembali kepada kita. Kalau ada yang nyuap, tinggal kita tolak. Gampang kan? Kalau proyek kita pengen bersih, ya,,tidak perlu kita menyogok para pengambil kebijakan (DPR,dll). Kalau kita pengen semuanya bersih…ya tinggal tolak semua yang kotor. Memang kedengarannya gampang, tapi setelah terjun langsung agaknya itu akan sangat susah dilakukan. Budaya seperti itu sudah amat sangat mengakar. Ya, kalau kita mencoba untuk jujur, proyek kita tidak akan pernah jalan, Intinya apapun akan susah tanpa mengikuti mekanisme yang ada saat itu, walapun jelas-jelas itu haram!! Mungkin tidak akan mudah merubah kondisi ini. Perlu proses memang. Jika belum cukup iman, maka kita akan terbawa. Awalnya mungkin maklum, kita mengikuti sistem jahuliyyah itu, lama kelamaan kita malah menganggap itu hal lumrah yang terjadi dan tidak bisa dielakkan lagi..dan lebih lanjut lagi hati kita menjadi dibutakan dengan itu…Naudzubillah…
Carilah pekerjaan yang aman…dan seaman-amannya pekerjaan adalah berwirausaha, karena kita sendiri yang menentukan kebijakan (bukan sistem yang menentukan kebijakan kita). Jika kita belum bisa untuk berwirausaha langsung setelah lulus, maka nitkanlah bahwa kita akan menjadi entrepreneur suatu saat..Bolehlah saat ini kita bekerja di perusahaan orang…tapi niatkanlah bahwa suatu saat kita akan berkerja di perusahaan sendiri. Karena ketenangan adalah lebih berharga daripada uang..itu pasti!!!







Karena “Timing” yang kurang tepat, akhirnya hanya bersebelas orang kami berangkat, maklum perjalanan dimulai saat tepat tanggal 25 Des 08 (Hari Natal), sebagian rekan sedang berlibur di kampoeng halaman masing-masing dan ada yang merayakan natal, bahkan sang Konseptor, Dani & Rdho akhirnya tidak bisa Ikut Karena ada acara Penting (Dani) dan Sakit (ido). Namun demikian Kami tetap semangat, kami yakin sekali, ini akan menjadi perjalanan yang menakjubkan..bahkan paling menakjubkan yang pernah kami alami..(Lebay!!)
Dari Banjar,,lanjut ke Pangandaran , kami tempuh dalam 2 jam sambil ngebut karena takut kemaleman di jalan..beruntunglah karena Kami sudah jauh-jauh hari booking Hotel (tapatnya sih hotel-hotelan,hehehe..maklum mahasiswa


