Cewek lo orang mana?


me and the rig

Beberapa hari yang lalu, saya dapet field training untuk posisi mud engineer. Sebetulnya saya sudah masuk ke company ini sejak 7 bulan yang lalu, namun tidak tahu kenapa saya baru mendapatkan field training kali ini. Saya hanya berbaik sangka saja, mungkin memang perlu technical school sama beberapa lab induction serta class training sebelum saya betul-betul terjun ke lapangan biar mantep. teman-teman saya dari Malaysia dari awal masuk sudah dikenakan dengan dunia lapangan. Makanya saat kami bersama-sama ikut mudschool, mereka sedikit lebih baik karena mendapatkan field exposure sebelumnya. Bagi saya dunia ini sangat baru, jadinya pengenalan lapangan diawal sangat penting untuk bisa membayangkan dan mendapatkan pemahman yang lebih baik.

Kerja di tempat-tempat yang berbau lapangan dan agak-agak mobile memang impian saya sejak dulu, karena insyaallah tidak akan membuat saya boring karena memang dinamis tidak seperti kerja di kantoran. Katanya Kerjanya sih bisa juga bikin stress, karena tempat kerja, tempat tidur, dan semua fasilitas ada disitu semua. Kita seperti hidup dipenjara. Terisolasi! Apalagi kalau dapet off shore, tiap hari kerjaannya cuma liat laut saja. Pantes aja sih klo stress. Tapi untungnya kerja disini mamakai sistem on-off : 14 hari on dan 14 hari off dengan kerja per harinya 12 jam. Lumayan capek dan pas lagi liburnya bakal lumayan kesel karena terlalu lama. Untuk sekarang saya merasa bersyukur bisa kerja disini. alhamdulillah

Pada awalnya sih memang saya merasa menyesal bisa kerja di oil service company. Load kerjanya pasti akan luar biasa tinggi. Memang saya suka dengan kerja yang mobile-mobile tapi ga segitu capeknya juga. Dari awal saya agak tertarik dengan bussines consulting atau process engineer yang tidak sepanjang hari di kantor. Kadang saya ngiri dengan beberapa teman saya. Kenapa mereka bisa kerja di perusahaan itu (kerja ga terlalu berat namun salary cukup oke). tapi, ini sudah keputusan Allah mungkin, saya jalani saja dan saya harus bersyukur, karena Allah punya rencana besar dibalik keputusannya mambuat saya bekerja disini.

Sejak awal saya saya diterima sebagai field engineer di company ini saya banyak bertanya baik ke teman-teman saya maupun ke senior-senior dari oil service company lain. Hampir semua mereka bilang kalau kerja di dunia ini tergolong berat dan banyak godaan. Sebetulnya kerja disini dibayar dengan upah yang sangat tinggi (kecuali divisinya saya L) dan mereka hidup dengan stress yang tinggi pula karena working under pressure.  Sehingga mereka bilang “wajar” kalau ternyata sebagian dari mereka sedikit-sedikit melenceng. Ada yang punya “simpanan” ,  ada yang hobinya dengan perempuan dan janda-janda, sholat kelewat, tidak puasa, dsb. Naudzubillah..bahkan teman saya yang cewek di company lain yang sejenis sampai bilang kalau hampir semua cowok yang kerja di Service Company itu brengsek! Masyaallah,,,sampai segitunya ya,,,nampaknya saya kurang setuju kalau sampai semuanya begitu. Yang lebih ekstrim lagi saya pernah browsing di internet mengenai topik serupa dan saya kaget karena salah seorang disana berkata : Ya, saya dibayar sangat tinggi karena kaluarga, hidup, dan agama saya dibeli dengan uang. Naudzubillah….

Dan setelah saya alami selama dua minggu kemaren ternyata kerja disana memang cukup menyenangkan. Memang ada benarnya juga pendapat itu, tapi sekali lagi itu tergantung pribadinya masing-masing. Selama saya di sana saya melihat cukup banyak orang yang sering shalat berjamaah, baca Quran disela-sela istirahatnya, baca buku-buku keagamaan dan lain-lain. Namun ada juga yang sambil kerja sambil menonton film porno, serta pembicaraan-pembicaraan seputar panti pijat plus-plus.  Mereka tampaknya tahu banyak mengenai tempat-tempat di jakarta yang menawarkan pijat plus-plus. Mereka tahu sampai harga-harganya. Wow banget! Kalau merokok nampaknya sudah menjadi hal yang sangat biasa. Hampir semua dari mereka merokok, bahkan di ruangan ber AC sekalipun. Mereka bilang merokok itu adalah pergaulan. Hmm,,tapi saya yakin walaupun tanpa rokok, saya masih bisa bergaul dengan semua crew disana. Saya jadi perokok pasif memang,,,awalnya ada fikiran kenapa gak sekalian jadi perokok aktif saja, toh jadi perokok pasif malah jauh lebih bahaya…Hmm, nampaknya saya akan malah tererumus kalau mengikuti itu. Saya masih bersabar. Jangan sampai syetan berhasil membujuk saya. Merokok kan bisa menyebabkan kecanduan. OGAH BANGET kalau sampai kecanduan rokok.

wanna do this? NO WAY!

Dan yang cukup sering mereka pertanyakan adalah mengenai pacar. cewek lo orang mana? Nampaknya pertanyaan itu cukup sering saya dengar. Tak kurang dari lima kali kayanya. Dan berkali-kali saya jawab : “saya ga punya pacar”. Dan mereka tanya lagi “lu normal kan?”, huhhh,,,capek deh jawabnya. “Iya lahhhhhh,,,masa’ ga normal”.  Bahkan pernah ditanya “lu udah kawin belum?” ya saya jawab “belum lah” dan mereka tambah kaget. “hah, seriusan?…ini Kawin lho buka nikah,,,di Bandung kan banyak cewek cantik dan pergaulannya lebih parah”. Aduuuuuh,,,gua gatau yang kayak begituan. Ya, saya memang orang yang kampung yang polos ndan pemalu.  Mau disebut sok suci atau munafik terserah. Yang jelas saya gak kenal dengan dunia macem begitu.  Saya tidak bisa bedakan apakah mereka bercanda atau serius. Tapi seperti itulah yang saya dengar. Huhhhh…paling gak suka kalu diajak berbincang-bincang masalah itu.

Alhamdulillah sejak masuk kuliah, Allah mempertemukan saya dengan sahabat-sahabat yang luar biasa. Kami saling mengingatan dalam hal kebaikan. Saya sekarang sudah berpisah dari mereka sejak hampir 8 bulan yang lalu. Dan rasanya berada di lingkungan kurang kondusif membuat saya sedikit shock. Hampir selama 4 tahun saya mentoring pekanan dan kami semua tidak ada yang berpacaran satupun. Bukan tidak laku, bukan tidak normal tapi karena prinsip. Saya masih yakin kalau berpacaran itu tergolong perbuatan yang mendekati zina dan secara jelas Allah melarangnya dalam Al Quran

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Q.S. Al Isra 32)

me and my wife someday…Hmm, so sweet🙂

Saya masih ingin mencari jodoh dengan cara yang baik. Dan mendapatkan orang yang baik pula. Itulah sebabnya saya sampai sekarang memepartahankan prinsip ini. SAYA TIDAK AKAN PERNAH PACARAN sampai saya nikah. Kalau merasa sudah siap berkeluarga, ya segera cari calon dan segera menikahlah. Kalau belum siap ya jangan dulu. Saya ingin mendapatkan seseorang untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Dan saya ingin merasakan indahnya pacaran setelah pernikahan. Memang dari dulu saya tidak terlihat alim dan tidak banyak bergaul di organisasi islam dan sejenisnya. Sehingga banyak teman saya yang bilang kalau saya orangnya stengah-stengah. Gak punya pendirian. Tapi sekali lagi saya bilang TERSERAH.

Mengenai prinsip ini, tak jarang teman saya memperdebatkan masalah ini. Bilang saya munafik dan sok suci, tapi saya tak peduli yang penting saya berusaha untuk selalu berada di jalan yang di ridhoi Allah. Peduli amat dengan status jomblo dan apa kata orang. “Kalau tidak pacaran gimana kita bisa mengenal calon kita”. “Kalau langsung nikah ituseperti membeli kucing dalam karung”, dll. Sudah bosan mendengar itu and again I’m gonna say I DON’T CARE! Tentunya tidak dengan muka sinis dan menyebalkan. Hanya dalam hati saja sambil senyum…

Sulit memang menjelaskan perihal itu ke mereka. Soalnya ketika saya bilang kalau pacaran itu dilarang, mereka sedikit terlihat marah. Mungkin secara tidak langsung saya menyalahkan mereka. Sehingga mereka berargumen sekuat tenaga kalau pacaran itu dibolehkan. Yaa,,,asal kitanya gak ngapapa-ngapainin aja. Boleh kan? Ya kalau sampai kelewatan sih emang gak boleh. Kita kan cuma mau mengenal saja biar gak salah pilih. Dan banyak lagi pembenaran-pembenaran lainnya. Namun saya masih percaya, kalau godaan syetan itu sungguh sangat halus. Kita tidak boleh sedikitpun memberikan ruang buat syetan untuk beraksi. Dan saya pikir berpacaran itu merupakan salah satu cara memberikan ruang untuk syetan. Bisa jadi awalnya berniat baik, namun selanjutnmya. I’m not really sure, It goes in the right path…

Yah,,,sekali lagi itu hak setiap orang. Ya mau pacaran dan punya cewek boleh-boleh aja. Sehingga pas ditanya cewek lo orang mana? Kita punya jawaban. Atau mau menjomblo sampai nikah, itu juga terserah. Jangan tersinggung bagi yang terlanjur punya pacar. Saya pikir tidak ada yang salah. Tapi menurut prinsip yang saya anut ya tidak seperti itulah harusnya. Alhamdulillah,,,sungguh karunia yang besar Alah mempertemukan dengan teman-teman seperjuangan saya itu. Walaupun jauh, tapi mereka masih mengingatkan, berbagi tausyiah dan sebagainya. Semoga Allah mengumpulkan kita kembali di surgaNya kelak. Amiin

Oke, kembali ke masalah pekerjaan. Walaupun lingkungannya seperti itu. Saya tetap tidak akan gentar. Saya akan tetap kerja disini sampai waktu yang tidak ditentukan. Yah, saya akui memang kurang kondusif apalagi bagi orang yang pemahamannya belum kuat seperti saya ini. Sangat rentan untuk mengubah pendirian saya.  Apalah saya ini, saya nampak seperti orang yang ”terjebak”  dan ikut-ikutan sok sholeh seperti teman-teman saya itu. Namun saya justru merasa senang dan beruntung. Alhamdulillahhhh,,,

Dan Bismillahirrahmanirrahiiim….saya siap bekerja karena Allah di dunia ini. Semoga berkah dan menjadi jalan mulianya kehidupan yang lebih abadi kelak.

Allahu alam bis showab…

10 thoughts on “Cewek lo orang mana?

  1. Smg Allah anugrahkan keistiqomahan dlm kebaikan. Islam sj mengajarkan u menjaga pandangan, bgmn bs pacaran it diperbolehkan? D dunia kerja, agar bs survive jg bth lingkungan yg kondusif, bgmnpun kt ttplah s’org manusia, bkn malaikat. Jd, bth pengingat jk lupa n pnguat dikala lemah. Smg Allah berikan prlindungan dr godaan nafsu.. Amin.

  2. sepertinya saya cuma bisa bertahan di prinsip itu sampai tingkat dua (sampai lepas dari mentoring dsb) gus. ya memang sih lingkungan sangat banyak mempengaruhi, dan agaknya saya sudah masuk ke lingkungan yang kurang bisa mengingatkan. Pengen banget kembali ke jalan itu, punya prinsip yang bisa dibanggakan, saran dong gus.

    btw, kerja di lapangan memang begitu gus, disini juga gak jauh beda. hehe

  3. Nice post Ka..
    “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)” (An-Nuur: 26)
    Ada satu ucapan asta’idzah ahlussunnah yang sampai sekarang demikian lekatnya dalam ingatan saya. Beliau hafizhahullah, Ahmad Sabiq, mengatakan dalam satu kajian yang dia bawakan mengenai kriteria memilih calon pasangan hidup:

    JANGAN HARAP ANTUM DAPET FATHIMA AZ-ZAHRAH KALAU ANTUM BUKAN ALI BIN ABI THALIB.

    Plak! Menampar sekali kata-kata beliau yang semoga Allah merahmatinya. Siapapun dari kita PASTI menginginkan seorang pendamping yang shalih dan shalihah. Akan tetapi, tengoklah diri kita. Sudah pantaskah??? So, mari perbaiki diri!

    Sungguh laki-laki yang baik itu untuk perempuan yang baik. Laki-laki yang shalih untuk wanita-wanita shalihah..

    @Ka Melinda:Setujuuu. Selain harus memperkokoh dan memperkuat agama dari dalam diri, kita juga butuh lingkungan yang mendukung. Ciptakan komunitas di sekitar lingkungan kerja yang kondusif untuk ruhiyah kita Ka. Wah gak ada tuh? Kaka jadi pelopornya!!
    Pilih diantara mereka teman-teman yang shahih. Coba cek it dot Ka: http://www.remajaislam.com/islam-dasar/akhlaq-mulia/62-pilihlah-teman-dekat-yang-sholeh.html

    @Ka Irmangust: Ingin kembali?? Ayo Ka! Pasti bisa!!!!
    Ada artikel bagus seorang ustadz ni Ka, bener-bener nangis deh setelah baca ini. Cek it dot Ka:
    http://abuzubair.net/saudaraku-kembalilah/

    Yok semangat kembali pada-Nya..
    Jangan nunggu entar-entar… Kita gak tau kapan kita akan matiii… Jangan sampai di saat kita bergelimang maksiat, di saat itu pula Allah mencabut nyawa kita… Na’udzubillah..
    Sesungguhnya baik tidaknya seorang muslim itu dilihat dari akhirnya… Khusnul khatimah kah?? atau su’ul khatimah?? *semoga Allah menjadikan kita khusnul khatimah…

    Again, lingkungan itu sangat besar pengaruhnya!! Seorang ulama tabi’in, Mujahid rahimahullah berkata,

    “Barangsiapa mati, maka akan datang di hadapan dirinya orang yang satu majelis (setipe) dengannya. Jika ia biasa duduk di majelis orang yang selalu menghabiskan waktu dalam kesia-siaan, maka itulah yang akan menjadi teman dia tatkala sakratul maut. Sebaliknya jika di kehidupannya ia selalu duduk bersama ahli dzikir (yang senantiasa mengingat Allah), maka itulah yang menjadi teman yang akan menemaninya saat sakratul maut.

    So, pinter-pinter cari temen yang shahih. Lah kalo gak ada gimana?? Create!! buat lingkungan yang kondusiff… susah??? iya sih! tp jangan nyerah! Jangan berputus asa dari rahmat Allah..

    “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az Zumar : 53)

    Di antara rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala juga adalah seperti yang diriwayatkan Al-Imam Muslim rahimahullahu dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

    “Benar-benar Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika dia bertaubat kepada-Nya daripada salah seorang kamu yang berada di atas kendaraannya di sebuah tanah padang yang sunyi, lalu kendaraan itu lepas (lari) meninggalkannya, padahal di atasnya ada makanan dan minumannya. Akhirnya dia putus asa mendapatkannya kembali. Maka dia pun mendatangi sebatang pohon lalu berbaring di bawah naungannya, dalam keadaan putus asa dari kendaraannya. Ketika dia dalam keadaan demikian, ternyata tiba-tiba kendaraan itu berdiri di dekatnya. Lalu dia pun menggenggam tali kekangnya dan berkata saking gembiranya: ‘Ya Allah, Engkau hambaku dan aku Rabbmu.’ Dia salah ucap karena saking gembiranya.”

    Salah satu wasiat rasulullah kepada mu’adz radiallahu anhu:
    “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada“.

    Keep istiqomah ya akhi…!!

    Wallahu musta’an..

    Afwan Ka bukan bermaksud menggurui atau apalah. hanya ingin menunaikan hak seorang muslim, yakni mengingatkan saudara sesama muslimnya… menasehati padanya yang meminta nasehat..

    “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam: Jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, Dan jika ia menyerumu maka penuhilah seruannya, Dan jika ia meminta nasehat darimu maka nasehatilah, Dan jika ia bersin lalu memuji Allah (yakni mengucapkan alhamdulillah) maka doakanlah, Dan jika ia sakit maka jenguklah, Dan jika ia wafat maka ikutilah (yakni mengantarkannya ke pekuburan)”

    Afwan atas semua khilaf dalam tulisan ini… Sungguh yang memberi tahu TIDAK LEBIH BAIK dari yang diberitahu…
    Saling mengingatkan ya Kawan..
    ^^

    NB: afwan commentnya kepanjangan…

  4. @one million of dream:
    Terima kasih sudah mengingatkan🙂 , sangat komprehensif penjelansannya. hehe. sukses ya kuliah nya ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s