Cullinary Trip at Luwuk!


bahkan mandi di sungai pun bisa mengasyikan!

Pemirsa,,,kembali bersama saya,,, Agus Hoerudin (banyak org yang mengira kalau saya adalah kerabat dekat Rudi Khoirudin :p ) di petualangan kuliner selanjutnya! Ahh,,,pengen rasanya jadi host acara kuliner. Selain menikmati aneka masakan dari seantero negeri juga bisa jalan-jalan. Yeahhhh,,,kali ini menjajakin daerah di timur Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Banggai dan lebih khusus lagi di kecamatan luwuk. Saya yakin pasti pada gak tau Luwuk itu dimana… Saya juga baru pertama kali kesini. Hehe. Banyak tempat asik lho,,,soalnya tempatnya unik,,,ada gunung dan ada pantai. dan makanannya juga enak ternyata. Sedaaap! Saya disini sebetulnya untuk bekerja di daerah Maleoraja, 80 km dari kota luwuk. 36 hari!! (secara HSE bener-bener gak sehat..) Tapi gak hanya kerja dong, vacation dan wisata kuliner tentu tak boleh terlewatkan. Wah, gak kebayang kalau kerja selama itu tanpa diselingi dengan wisata kuliner…bisa super stress sayah…haha. Disana itu hampir semua jalan besar berada dipinggir pantai, makanya makanan laut disana biasa banget. Kalau di cepu hampir tiap hari makan telor aneka rupa (ceplok, dadar, asin, puyuh, balado, semur dll), maka di Luwuk saya hampir tiap hari dikasih makan ikan laut. Awal-awal asik sih, tapi klo tiap hari ya bosen juga.

Untuk itu, pergi ke kota adalah saat-saat paling membahagiakan disini. Terisolasi di tengah hutan selama 5 minggu tentunya berat buat saya. Pergi kota itu hiburan, sekalian cari sinyal dan belanja-belanja. Hehe. Sekalian juga cari makanan – makanan beda dikit. Trip kali ini juga ada masalah dengan cateringnya…hmm…maklum rig china…asiknya, ternyata makanan di kota enak-enak lho…Nah, ada beberapa makanan yang menurut saya tergolong ‘strongly recommended’ kalau berkunjung kesini:

1.       Sop Konro

Sop Konro - yang biasa disajikan dengan 2 porsi nasi sekaligus

Ini nampaknya makanan paling ‘most wanted’ disana. Tempatnya dipinggir jalan Kolonel Sugiono (depan apotek) namun Nampak berupa gubuk-gubuk biasa, Gak kaya restoran. Tapi jangan salah lho,,,ramenya gila-gilaan. Saking lakunya, jam 2 siang biasanya sudah tutup. Kabarnya para bos-bos dari Jakarta yang berkunjung ke field disini, tempat ini menjadi tujuan pertama setelah turun dari pesawat. wow banget ga? hehe. Gimana rasanya? Hmm,,,emang superrr! Kuahnya gurih, seger (apalagi dg tambahan jeruk nipis) dan yang paling penting dagingnya tidak alot. Saya pernah beberapa kali mencoba konro di daerah Jakarta dan Bandung. Dua-duanya dagingnya alot banget, rasanya agak pahit (terlalu banyak rempahnya) dan kurang mantep. Nah, konro yang saya coba ini emang bener2 beda. Percaya atau tidak,,,saya habis sampai kuah-kuahnya dan orang-orang yang makan disana pun juga sepeti itu, tak malu menghabiskan sampai tetesan kuah terakhir dan menjilatinya (berlebihan tapi emang bener sih :p ). Sekalinya kita datang maka langsung si pelayan menyodorkan 2 piring nasi dan segelas air putih, nampaknya disini emang gitu tradisinya. Atau mungkin karena laku keras itu, banyak yang nambah nasi kali ya…yang jelas ini konro enakkk banget! Saya tidak tahu konro yang di Makasar seperti apa berhubung sebetulnya makanan ini berasal dari Makasar. Yang jelas, beberapa rekan saya yang berkunjung kesana bilang kalau ini adalah konro terenak yang pernah dia coba.

 2.       Kaledo (Kaki Lembu Donggala)

Kaledo - Sop Kaki yang dasyat!

Ini juga salah satu makanan yang highly recommended. Dan porsinya super banyak (terutama tulangnya). In term of jumlah daging, masih tergolong wajar kok. Pokonya kalau makan itu, mesti telaten dan sabar menikmati setiap potongan kaki yang disajikan. Terletak di tak jauh dari kompleks pasar simpong sekitar 20 meter dari bibir pantai. Nama restorannya Kaledo dengan makanan utamanya ya Kaledo juga. Ini berupa sop kaki namun kuahnya yang agak beda racikannya. Lebih gurih, wangi dan ada sensasi yang beda aja pas masuk ke lidah,,,cuma daging ama sendi-sendinya agak alot, jadinya recovery nya tidak maksimal. Haha. Polo-polonya juga enak, dagingnya kenyal-kenyal gurih namun ga amis…ahhh,,,enak deh pokoknya. Cuma lemaknya superrr banyak. Saat kuahnya mulai medingin (karena keasikan makanin tuh kaki) mulai deh, si lemak-lemaknya membeku (ckck… Wah ini nih namanya lemak jenuh!) dan bibir mulai keset-keset dengan lemak,,,tapi tetep enak kok.

 3.       Nasi Pecel dan Ikan Bakar at Warung Pawon Jawa

Nasi Pecel at Pawon Jawa

Wah,,,ini emang bukan makanan khas sana,,,Cuma ini enak banget! Setiap kali saya berkunjung ke kota (entah saat nganter temen beli tiket pesawat, atau belanja ‘sesajen’ atau sekedar maen saat job lg sepi macem TSK) pasti ada orang lokasi yang nitip nasi pecel di warung ini. Mulai penasaran deh gw,,,pas dicoba,,hmmm,,,enak juga ternyata. Dan sejak itu, tiap kali makan di warung itu, selalu order, nasi pecel. Haha. Seperti pecel pada umunya aja cuma gurihnya, pedasnya dan kacangnya pas banget ditambah dengan dua peyek berwarna kuning mempesona yang bikin selera makan meningkat secara eksponensial. Penampilannya juga memang superr. Hahhh,,,mantep!

Ikan Bakar!!

Oia, banyak orang yang pesen ikan bakar disini, namanya saya lupa cuma saya masih inget dengan ikan namanya ikan katamba. Itu yang saya pesen. Bumbunya yang enak banget bikin ikan bakarnya terasa special. Nah, menurut saya dua makanan ini higly recommended kalau mampir ke restoran ini. Oia, letak pawon jawa tak Jauh dari Hotel Pantai wisata atau Rosalina. Dan saya liat banyak orang Jakarta-an yang mampir kesitu.

 4.       Pisang Goreng dan Saraba

pisang goreng dan saraba

Nah, kalau ini baru makanan khas sini. Hampir di semua tempat nongkrong pasti menyajikan menu ini. Pasti berfikir kalau makanan ini biasa,,,heits,,tunggu dulu,,,pisang bakarnya beda lho disini soalnya disajikan bersama sambel pedas. Gak kebayang kan? Pisang goreng nya diiris sedang menuju tipis (gak kaya pisang goreng yang sering ditemuin di jawa- satu buletan gede) tapi dicolek-colek bumbu sampai terasi pedas. Jadi rasanya nano-nano deh. Manis, gurih, asem, asin dan pedas,,,mantep gak tuh!…awalnya terasa aneh sih,,,tapi coba aja lagi,,,pasti abis itu ketagihan apalagi kalau sambelnya enak macam di bukit inspirasi. Hmmm,,,superrr! Pertama kali saya nyoba yang di pantai kilo 5, salah satu pantai paling popular di Luwuk karena pasirnya putih terumbu karangnya lumayan dan dangkal. Pantai ini emang cocok buat snorkeling dan nongkrong-nongkrong menikmati suasana pantai disana. Perlu artikel khusus nih buat bahas seputar tempat asik disana…hehe. Oia, ada juga minuman yang khas bernama Saraba (kalau di Sunda sih namanya bandrek). Bedanya disini gak pake santen, tapi pake susu. Yah,,,kaya susu jahe jadinya. Jadi paling itu kalau berenang di kilo lima dan dan setelah puas baru nongkrong dipinggir pantai, menikamti guring-pedasnya pisang goreng dan hangatnya saraba,,,hmmm,,,That’s perfect! Pokoknya….Don’t ever miss it.

 5.       Ikan Bakar at Donggi beach

very nice!

Apa yang pertama kali kebayang kalau mendengar kata donggi? Kalau saya sih yang kebayang adalah LNG. Sekarnga kebetulan sedang dibangin proyek LNG Donggi – Senoro disana. Saya tahu sejak jaman kuliah. Nah ternyata Donggi ini adalah nama desa di daerah toili, dipinggir pantai dan terkenal dengan ikan bakarnya. Saya pun penasaran dan mencobanya disana. Tempatnya enak, pantainya sepi, bersih dan berpasir hitam. Makan ikan bakar di saung-saung dipinggir pantai benar-benar membuat saya senang luar biasa…pantainya teduh karena kebetulan mangrove dipinggir pantai ukurannya super jumbo, bersih yang paling penting. Ikannya juga enak,,,disajikan bersama sambel yang gak tahu namnya apa (pedes asem pokoknya) ditetesi jeruk nipis dan dicicipi saat hangat sungguh sempurna…wajib dicoba!

 6.       Baso Arema di Tolili

bakso arema!

Sebagai salah seorang penggemar bakso, jujur aja kalau bakso-bakso di jawa jauh lebih enak. Cuma, kalau kebetulan lagi di daearh banggai dan pengen bakso, maka patut mencoba Bakso yang konon katanya terenak di seantero Banggai , namanya Bakso Arema. Terletak di Toili unit 6, salah satu daerah transmigrasi yang mayoritasnya orang Jawa. Berda di daerah ini berasal di jawa, semua pengunjungnya ngomong jawa. Baksonya lumayan enak, dagingnya terasa, kuahnya gurih  walaupun mienya agak lembek dan saosnya khas Kediri (which is merahnya agak2 abnormal). Toili adalah salah satu tempat ramai disana, ada ATM, ada toko2, banyak sawah. Sekitar 1 jam perjalanan dari field maleoraja dan 3 jam kalau dari luwuk.

Pokoknya Luwuk is such a lovely place to work…Jadi, masih berfikir kerja di lapangan stress? Jawabannya adalah tergantung…..kayanya mulai tahu triknya deh sekarang…anggap aja liburan dan jelajahi semua tempat menarik disana, nikmati semua kuliner terenak disana pasti lama-lama jatuh cinta kerja di lapangan. Kerja di Office? Hmm…gak ada tuh yang seperti ini. Hehe🙂

7 thoughts on “Cullinary Trip at Luwuk!

  1. Luwuk is such a lovely place indeed.. tahun kemarin pas mudik sempet pangling ..Luwuk udah berubah total makin maju..we will definitely come back next year 😍

  2. wah….lagi suprise bgt baca blog ini..lagi nyari tentang kaledo jg di sini…kebetulan jg lagi ngerjaiin proyek matindok di sini….nice recommended….

  3. Hallo Kety,

    Wah, saya jadi kangen ke matindok lagi jadinya. Selamat menikmati indahnya luwuk dan makanannya yang juga enak-enak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s