Tips Memilih Investasi yang Tepat


Bingung Investasi kemana?  (via hdfclife.com)

Tugas perusahaan adalah memberi kompensasi sesuai jobdesc, tapi untuk menjadi kaya adalah Tugas Anda.

Kutipan yang cukup menohok ini membuka sesi Financial Planning hari itu. Selama beberapa hari company tempat saya bekerja memfasilitasi kami dengan training-training keren; How to stay Positive and Proactive, Financial Planning, Job Opportunities and Entrepreneurship. ini dimaksudkan untuk persiapan seandainya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Instructor-nya alhamdulillah bagus-bagus.

Ekonomi sekarang memang sedang sulit; harga minyak dunia anjlok, ekonomi Tiongkok melemah dan sebagainya. Efeknya sangat terasa. Jika dulu saat harga sekitar $100/bbl, job opening di service co sangat banyak, maka sekarang (+- $30/bbl) ‘efisiensi’ yang malah banyak, termasuk operator😥 . Dulu bonus dan fasilitas enak, sekarang masih kerja juga sudah uyuhan.  Kalau tidak proactive maka sulit rasanya selamat dari gejolak ekonomi tersebut.

Untuk bisa survive, cobalah untuk memulai “karir kedua”, bisa dengan membangun bisnis atau berinvestasi. Kadang berfikir ini agak terlambat, saya kerja sudah hampir 6 tahun tapi better late than never, rite?🙂 . Dan untuk orang yang dominan otak kiri seperti saya, memang challenging sekali untuk memulai. Terlalu banyak analisis sampai akhirnya belum ada yang jalan.😆

Oke, saya share resume nya, instrumen apa saja kita bisa kita coba. CMIIW loh ya,:mrgreen: Btw, materinya banyak sebenarnya. Cuma ini aja dulu ya yang bisa di share.

1. Deposito

The Rule of 72 (Image taken from here)

Deposito sudah tahu kan ya? bahasa gampangnya, kita meminjamkan sejumlah uang ke Bank, dan bank akan memberikan bunga sesuai dengan jangka deposito kita. Kalau di Bank Syariah ada istilahnya bagi hasil, mirip tapi agak beda perhitungannya.

Dalam investasi ada istilah aturan 72 yaitu hitungan kasar berapa lama waktu yang diperlukan untuk menggandakan investasi. Misal dari 100 jt jadi 200 jt. Ini untuk semua investasi loh. Jika bunga deposito sekitar 6%/th, maka waktu yang diperlukan untuk 100 Jt ke 200 jt (misal) tersebut adalah 72/6= 12 tahun. Lama ya brooo🙄 . kalau mau hitung2, coba masuk ke web Bank mandiri , kurang lebih hasilnya seperti ini:

Rp 1.000.000.000 — 55,500,000/th (4,625,000/bln)

Rp 100.000.000 — 5,550,000/th (462,500/bln)

Rp 10.000.000 — 550,000/th (46,250/bln)

Sekarang banyak bank sudah memakai sistem ARO (Automatic Role Over), artinya bunganya ga diambil dan dimasukan ke pokok deposito pada periode selanjutnya secara otomatis. Oia, jangan lupa, ada pajak bunga juga loh.

2. Obligasi

Misal ORI (Obligasi Ritel Indonesia). ini adalah obligasi negara yang dijual atau dipasarkan terutama kepada individu untuk berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan negara Indonesia. Jadi negara pinjem duit ama kita dan kita dikasih bunga (di obligasi, istilahnya ‘kupon’) sebagai kompensasi. Umumnya  kupon obligasi lebih besar daripada deposito. Jangan lupa, ada pajak juga disini. Tahun kemaren kuponnya sekitar 9%, tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Anyway, berikut adalah contoh perhitungan obligasi :

Ilustrasi Obligasi

Ilustrasi Perhitungan Obligasi dg Kupon ORI=8.5%, Pajak=15% (via puastis.com)

3. Emas

Udah tahu juga kan ya tentang emas? Selain deposito dan obligasi, emas juga tergolong instrumen yang low-risk dan harganya cenderung naik dalam jangka yang cukup lama. Cobalah ikuti perkembangan harga emas dunia. Yang jelas jangan gunakan sentimen dan emosi saat berinvestasi jenis ini.

4.  Saham

indeks-saham

Investasi Saham (pic taken from here)

Tahukan kalau saat ini kita bisa memiliki perusahaan tanpa ikut terlibat langsung mengurusnya? ya dengan beli saham tentunya.  dari saham bisa berupa dividen (dibaca: deviden — ga penting:mrgreen: ) dan mendapat keuntungan dengan menjual saham tersebut kalau ada capital gain nya. Beberapa tips memilih saham bagi yang pemula:

  1. Barang-barang konsumsi (Consumer Goods)
  2. Perusahaan Infrastruktur
  3. Bank

Katanya perusahaan jenis tersebut relatif tahan terhadap berbagai kondisi ekonomi.

5. Reksadana

ialah investasi yang terdiri dari dana yang dikumpulkan dari banyak investor yang bertujuan untuk diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, pasar uang, dan lainnya. Ini diatur oleh manajer investasi. Kita akan mendapat laporan dari dia secara periodik.

Tips nya: liat prestasi dari reksadana itu di masa lalu. Namun demikian, yg namanya investasi pasti ada resiko. investasi ini cocok bagi mereka yang ‘malas belajar’.

6. Properti

bisnis-properti-600x352

Investasi properti (via bisnisukm.com)

Bagi yang tidak punya pengalaman dalam “jual beli” properti, sebaiknya jangan dulu terjun terlalu dalam. Menjual properti tidak seperti menjual kacang, lama brooo bisa terjualnya. Jadi, cobalah untuk ke option ke dua, yaitu ‘menyewakan’ properti seperti kos-kosan, apartemen dan kondotel.

Tips dalam menyewakan Properti:

  1. Pilih yang frekuensi sewanya pendek, tentu saja karena pemasukannya akan lebih banyak. sewa bulanan akan jauh lebih mahal dibanding sewa tahunan, apalagi kalau jam-jam-an:mrgreen: . Si pelanggan sering minta bonus atau potongan kalau sewa lebih lama🙄 .
  2. Sewakan ke banyak penyewa. pada umumnya sebuah rumah akan memiliki pemasukan besar kalau dibuat kos-kosan dibanding disewakan ke sebuah keluarga. dengan kos-kosan, peluang2 baru akan muncul seperti membuka usaha laudry, tempat makan, dll.

Apa investasi yang paling tepat bagi kita?

legionarymain3

Prajurit Romawi (taken from here)

Ingat filosofis Prajurit Romawi yaitu pastikan membawa pedang dan tameng saat ke medan tempur. Investasi yang hi-return, hi-risk (saham, properti, dll) itu ibarat pedangnya, sedangkan yang low-risk (deposito, emas, dll) itu ibarat tamengnya. Pastikan kita seimbang memakainya. Sangat beresiko kalau pergi ke medan perang cuma bawa pedang kan? atau mungkin ga akan menang kalau perang cuma pakai tameng. betul?🙂 .

Have a good day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s