What to Do in Mumbai


Mumbai?

It’s home of Bollywood. Pusat bisnis dan hiburan India. Dunia malam paling fabulous se-India. Tempat berbasisnya para konglomerat dan artis-artis India. Kota paling besar dan paling padet (jauh lebih gede dan padet dari Jakarta). Salah satu kawasan kumuh paling luas di dunia. Udara kotor, kalau lagi kemarau berdebu. Kalau lagi hujan becek. Lalu-lintas kacau, klakson super berisik. Banyak scams. Kota favorit warga India (bahkan banyak warga Nepal) untuk mengadu nasib. Biaya hidup mahal. Apalagi ya? 🙄

Intinya, Mumbai bukan tempat wisata.

Kata mamang google, top tourist destination-nya India kebanyakan di sekitar Agra, Delhi dan Jaipur. Kalau mau ke sana perlu naik pesawat 2 jam lagi. Bagi yang suka wisata alam, kashmir juga destinasi wisata unggulan-nya India.

Tapi jangan salah ya gaes, ada juga tempat-tempat hits yang perlu dicoba. Bagi saya berkunjung ke tempat yang baru selalu menyenangkan 🙂 . Bukan melulu tentang tempat yang cantik dan pemandangan oke, terkadang interaksi dengan warga-nya yang menurut saya bisa menjadi pengalaman berharga, disamping bisa mencoba hal baru yang tidak ditemukan di tempat lain. So, Mumbai is definitely worth a visit!

Kalau kebetulan sedang di Mumbai dan perlu referensi tempat piknik, Saya merekomendasikan untuk mengunjungi tempat-tempat berikut ini:

1. Gateway of India

20161008_152253.jpg

Gateway of India

Tempat ini paling banyak dikunjungi wisatawan lokal atau mancanegara dan tidak ada tiket masuk alias GRATIS. Tapi, kalau mau masuk kawasan ini, ada scanner, jadi semua barang bawaan kita akan dicek. Kita juga akan di ‘raba-raba’ oleh petugas security nya 😆 . Jalur masuk cewek ama cowok di pisah kok, tenang 🙂 .

Asik nya ngapain disana? foto-foto aja 🙂 Iya, gak ada hal lain yang menyenangkan selain selfie! Hati-hati di tempat ini banyak sekali jasa tukang foto on the spot (apa ya istilahnya?). Kadang sedikit maksa.

Anyway, monumen ini dibangun pada tahun 1924 untuk mengenang kunjungan pertama King George V dan Queen Mary yang mana India sempat menjadi jajahannya Inggris waktu itu. Zaman dulu, area tersebut adalah pelabuhan paling penting dan ramai sehingga jikalau ada orang asing pertama kali menginjakan kaki di India, disambut oleh monumen tersebut. Oia, bangunannya bagus, cukup terawat dan aura klasik nya masih terasa.

2. Taj Mahal Palace Hotel

20161101_115945.jpg

Taj Mahal Palace Hotel

Ini bukan Taj Mahal yang di Agra ya. Yang ini ini namanya Taj Mahal Palace. Lokasinya berdekatan dengan Gateway of India. Ini hotel bintang lima yang dibangun awal abad 19 oleh TATA corporation. Kabar beredar bahwa TATA membangun ini setelah sempat ditolak ketika hendak memasuki hotel yang hanya diperuntukan untuk orang-orang kulit putih. Ouch, sakitnya tuh disini. 

Bangunannya masih terawat dan sangat klasik. Memang, daerah sekitar Colaba ini banyak sekali heritage building yang dijadikan kantor dan semuanya masih terawat. Daerah ini juga salah satu area di Mumbai yang bersih dan nyaman. Enak deh pokoknya 😉

3. Chhatrapaji Shivaji Maharaj Vastu Manghalaya

20161101_121357

Museum Mumbai

Dulu tempat ini bernama Prince of Wales Museum of Western India. I’m not really a museum person sebenernya, jadi kurang faham dan tidak bisa banyak berkomentar. Buat orang awam kaya saya, tempat ini worth it dan berhubung jaraknya dekat dari dua tempat sebelumnya, tidak ada salahnya untuk dicoba, kan 😉 .

20161101_131438

Mas-Mas Ganesha

Koleksinya menurut saya cukup lengkap. Isinya ada patung-patung dewa wisnu, shiwa, ganesha, dewi lakshmi, dll. Ada juga ukiran-ukiran, kemamik-keramik kuno dan koleksi lukisan. Semuanya berasal dari mulai jaman pra-sejarah India hingga beberapa ratus tahun ke belakang.

Saya sarankan untuk meminjam audio guide di reception museum. Cuma dengan menukar identitas (bisa juga kunci hotel), kita dikasih pinjam audio set dengan beberapa bahasa. Di setiap benda ada nomornya, nah kita tinggal pencet nomor itu dan ada penjelasan mengenai sejarahnya. Lumayan nambah wawasan.

4. Chhatrapati Shivaji Terminus (CST)

2016-11-01 07.39.39 1.jpg

Pemandangan Victoria Terminus di Sore hari. Cantik!

Tempatnya keren menurut saya. Berada di tempat ini rasanya seperti berasa di Eropa untuk sesaat. Ini adalah salah satu bangunan di Mumbai yang merupakan UNESCO world heritage site. Best view nya adalah saat sore hari, saat sinar matahari menyorot langsung dan membuat gedung ini tampak mewah dan berwarna keemasan. Kalau pagi, biasanya backlight. Bangunan bergaya victoria dengan sentuhan bangunan mughal tradisional ini dibangun abad ke-18 saat India masih diduduki oleh Inggris. Sekarang jadi kantornya Mumbai Central Railway Station. Tepat di pinggir gedung ini ada stasiun paling sibuk di Mumbai yang melayani rute jauh maupun commuter.

20161007_083241.jpg

Another heritage building next to CST. It’s now Municipal Corporation Building

Oia, pernah suatu hari iseng naek kereta dari CST ke Andheri, yang jaraknya sekitar 40 km. Hmmh, padet luar biasa. Awal-awal memang kosong, makin lama makin padet dan pas turun susah banget dan dorong-dorongannya cukup sadis. Berdesakan melebihi padetnya mudik atau antri sembako. Banyarnya murah sih, cm 10 rupee (Rp 2000) :mrgreen:

Sebaiknya jangan tergoda untuk mencoba kereta jarak dekat di India. Saya ulangi, JANGAN PERNAH. Tapi, seru juga sih nyoba hal-hal semacam begini 🙂 .

5. Marine Drive

2016-10-09 03.42.56 1.jpg

Marine Drive

Kawasan bisnis di Mumbai ini tempat yang oke buat nongkrong, terutama sore menjelang malam. Kalau siang, panas nya ampun-ampunan brooo. Selain konkow, banyak orang jogging disekitar situ karena emang nyaman dan bersih. Jalanan nya juga rapi, walaupun sedikit macet. Tempat ini juga kadang dijadikan tempat syuting sinetron-sinetron bollywood katanya. Sering-sering maen kesini aja ya, siapa tahu ketemu Kajol 😳 .

20161008_164524_001.jpg

Jalanan di Marine Drive

20161008_140121.jpg

Bandra-Worli Sea link

Kalau tinggal di suburb Mumbai dan mau jalan-jalan di Marine Drive sebaiknya datang lewat Bandra-Worli Sea Link, toll di atas laut yang menghubungkan Bandra (sub-urb Mumbai) dengan Worli (deket Marine Drive). Kalau lewat jalur biasa, pasti macet dan lama. Keren juga sih menurut saya, megah banget toll nya.

6. Haji Ali Dargah

20161101_154652

Gerbang Menuju Haji Ali Dargah

Tempat ini sebenernya bukan tempat wisata, lebih tepat disebut tempat ziarah yang terdiri dari mesjid dan kuburan yang dianggap keramat oleh muslim Mumbai. Sebaiknya tidak mengunjungi tempat ini pada bulan Ramadhan atau hari-hari penting umat Islam (semacam hari asyura, dll). Padet banget masyaallah 🙄 .

Kalau kata mamang Wikipedia, konon jaman dulu, ceritanya ada seorang saudagar dermawan dan sakti bernama Sayyed Peer Haji Ali Shah Bukhari yang meninggalkan seluruh kekayaannya untuk pergi ke tanah suci. Namun, beliau meninggal di perjalanan dan sebelumnya meminta para pengikutnya untuk meletakan peti dan jasadnya ke Laut Arab (sebelah barat Mumbai), namun malah kembali terdampar di sekitar batu karang 500 m di lepas pantai Worli. Di sana lah dibangun mesjid dan kuburan beliau di tahun 1431.

Btw, bangunananya bagus sebenarnya, terbuat dari marmer. Semuanya. Namun, berhubung pemeliharaannya kurang baik, disamping pengunjung yang juga membludak setiap harinya, jadinya terlihat biasa aja.

20161101_154800

Jalan utama dari Haji Ali Dargah ke Kota Mumbai

Sepanjang jalan disana, banyak pengemis dan pedagang. Kadang mereka maksa sampai tarik-tarik tangan (duh pak semangat amat ya berjualan 🙄 ). Hati-hati dompet ya gaes. sepanjang ke sana saya ga berehenti pegang dompet takut kenapa-napa.

Di pinggirnya ada juice center. Cukup favorit, namun entahlah saya agak kurang selera. Selain tempatnya becek juga kelihatan kurang higienis. Hmm, nggak deh, makasih. Tapi kalau emang haus banget, ada yang lebih bersih, namanya ‘Haji Ali juice Center’, kaya bar gitu, cuma mahal harganya.

20161101_153220.jpg

Juice Center

7. Juhu Beach

20161016_163754.jpg

Juhu Beach Cowpatti

Juhu beach adalah kawasan tempat bermukimnya bintang-bintang bollywood semisal Amitabh Bhachan, Aishwarya Ray, Kajol, Hrithik Rosan, Akhsay Kumar, dll (you name it!). Sharukh Khan dan Salman khan tinggalnya di daerah Bandra, deket Juhu. dan artis favorit saya, Priyanka Chopra tinggalnya di Andheri 😳 . Oia, di Juhu banyak sekali hotel-hotel dan apartemen mewah. Pantainya menurut saya biasa aja, apalagi kalau pernah jalan-jalan ke pantai cantik semaacam Pink Beach, Ngurtavur, dll. Hmm, lewat deh!

Ngomong-ngomong ya, itu rumah Amitabh Batchan setiap hari selalu padet. Katanya beliau dianggap seperti national hero. Tokoh kesayangan warga India. Sepulangnya dari Juhu beach, saya lewat sebuah rumah besar dan ramai dengan orang-orang. Saya sampai menyangka “ada demo apa ya ini?” saat lewat jalanan situ. Sopir taxi bilang itu rumah beliau dan ternyata emang tiap hari begitu. Gila ya bro! 😯 . Semoga beliau selalu sehat-sehat ya.

8. Sanjay-Gandhi National Park

20161011_092413

Sungai di Sanjay-Gandhi National Park

Gak nyangka ya ditengah kota mumbai ada national park. Kalau mulai bosan dengan hiruk pikuk kota, saya sarankan untuk sesekali menghirup udara segar di taman national ini. Pas libur, banyak warga Mumbai yang sekedar jogging atau piknik santai bareng keluarga. di sini juga bisa liat secara langsung hewan-hewan semacam monyet dan rusa. Katanya sih ada harimau juga. Kalau suka main ke goa, di tempat ini juga ada goa terkenal bernama Kanheri cave, cuma perlu naik bis dan bayar sekitar 40 rupee saja. Waktu itu gak sempet kesana, cuma jalan-jalan santai saja.

20161011_100710.jpg

Dussehra celebration oleh warga-warga sekitar Taman National

9. Jalan-jalan ke Mall dan Pub

Menurut saya pribadi, no offense, Mall di mumbai tidak se-fancy mall di Jakarta. Mall terbilang besar diantaranya R-city, Phoenix Marketcity, dan Oberoi mall. Kata orang-orang juga, pub disini happening banget, kataya dunia malam nya mumbai itu paling hits se-India. Berhubung saya ga suka nge-pub dan teman-teman saya nya juga ga doyan (kami anak sholeh, akhyy 😉 ) Jadi kami hanya maen disekitaran mall.

10. Festival-festival di India

Festival di India merupakan hal yang tak boleh dilewatkan. Seru! Banyak warga negara asing yang sengaja ke India hanya untuk melihat langsung. Festival itu emang hari besar Hindu, tapi orang India umumnya senang merayakan dengan tari-tari, musik, lampu2, tabur2an tepung berwarna, dsb tergantung jenis festivalnya. Paling seru katanya Holi festival (konon katanya color run yang ngehits itu asalnya dari Holi festival ini). Tahun ini diadakan sekitar bulan Maret.

20161011_204304.jpg

Pawai warga saat Diwali festival

Waktu kesana, saya melihat dua festival; Diwali dan Dussehra. Kalau di Mumbai kurang festive dibanding daerah selatan. Diwali itu semacam lebaran nya orang Hindu India. biasanya mereka di rumah menghabiskan waktu bersama keluarga. Rumah dihias lampu. berdoa. Saling kasih hadiah. Kalau di daerah hotel tempat saya tinggal, Andheri East, warga biasanya pawai pake truk besar sambil bawa patung dewa-dewa dan setel musik super keras. Yang perempuan pada pake sari di belakang truk sambil nari-nari, yang laki-laki ngiktin dibelakangnya, nari-nari juga 😯 . Hmm, sumpah ya mereka jago banget macam di film-film. Kadang mikir, jangan-jangan bayi baru brojol aja udah jago nari kayanya :mrgreen: . Salute deh ama mereka, seru abis.

Lain-lain:

Ada Film City dan Elephanta Cave. Belum sempat tereksplore, insyaallah kalau ada waktu, mau banget kesana.

Seru kaaan Mumbai. Jangan lupa Piknik ya gaes biar otak ga error :mrgreen: .

Jai, maharashtra!

Silicate Mud : experiential review


DISCLAIMER

This is my online tally-book. All content provided on this blog is for informational purposes only. The owner of this blog makes no representations as to the accuracy or completeness of any information on this site or found by following any link on this site. All things related to product and services of a particular company is disguised.

I have used KCl-Polymer mud for most of water-based mud I’ve ever work with.  As hole problem gets more challenging, the KCl-Polymer mud seems obsolete. It need some additives to prevent clay and shale formation of being troublesome. I have run some additional products such as PHPA (partially-hydrolized polyacrylamide), glycol, lime mud, and premium grade amine mixture (some companies have different name). These worked fines mostly, however I used “Silicate Mud” lately and it brings the shale inhibition to a whole new level. So happy!

In a nutshell, silicate mud is very inhibitive. It expects the drill cutting to be large (in a good way of course 🙂 ) and firm and most of them will be removed at shaker and has no issue with cutting integrity. Consequently, the MBT will remains low as drilling progresses meaning that just a little amount of drilled solid gets into the mud system. How lovely it is 🙂

Lovely cutting, isn't it?

Lovely cutting, isn’t it? feels like drilling with SOBM. Seriously!

Inhibition Mechanism

Actually, there is still a controversy within the industry, regarding the specific theoretical inhibition mechanism of silicate. But, there is one, which in my point of view, is quite make sense.

Mud Lab

The Mud Lab

Inhibition is mainly provided by :

  1. Direct chemical bonding of the silicate polymers with the silanol surfaces of the formation and the drill cuttings,
  2. Silicate polymerisation
  3. Precipitation of the silicate with divalent ions

——- will present some illustration later on. I promise :mrgreen:  ——

This multiple interaction results in an effective chemical and pressure seal preventing fluid and colloidal solids from invading the pore spaces of the formation.

Shaker

Shaker

Operational Suggestions:

  1. Maintain the pH at 10.5 – 11, once less than that, some silicate may precipitate thus decline its effectiveness. some polymer might be degraded, but still ok at some level.
  2. Monitor the MBT. a good silicate mud has to be able to keep the MBT at almost constant value. Typically MBT less than 10 ppb is decent, somehow 12.5 ppg is a little bit acceptable. Once exceeded, there may be silicate ion has decline that causing the cutting integrity in a low level. Typically, when MBT spikes, its ineffective to mix Silicate Liquid into. It tends to flock. So, better mix in the low solid in separated tank (e.g. reserve tank) or considering dump and dilute the mud.
  3. Keep an eye of Solid Control Equipment. Once you find broken shaker screen, replace it promptly. Make sure Desander-desilter work. If needed, Run centrifuge.

 

Have a good day, mud-minded people!

Tanjung Bira: How to Enjoy Beach like celebrity!


Beach of Tanjung Bira

Bara Beach

Yeay, it’s vitamin sea again!

I recently joined an overland tour to some of the most happening spots in South Sulawesi, Indonesia. We started with Tana Toraja and set aside the beach in the end of our trip due to several reasons. The most important one is because we don’t want to have sunburn in the first place and likely ruin all picture we’re gonna take. Not cool, eh? 😛 . So, I thought beach is right place to end up with :mrgreen:

Alright, if you’re looking for a pretty beach around South Sulawesi that has incredible underwater, just go to Tanjung Bira. It is just four hours drive from the city of Makassar and 12 hours away from Tana Toraja. According to the guide, coming to the beach in year-end is not really a perfect timing, instead it;s better to come on January or February if you want to see a fully-covered-fine-grainy-white-sand-beach that Tanjung Bira is famous with. When I was there, the beach full of reef, was in low-tide and so many dry seaweed stranded around 😐 .

So, we thought of having relaxed time instead; enjoy the quietness of the place, reading books and stuff. There is a famous place named Amatoa resort, but it turned out fully book way before we decided to go there. 😥 .

Anyway, that’s no big deal! There are so many activities and places to choose from and your trip still looks fabulous, like celebrity. 😉 .

Ready? Consider things below:

1. Diving around Kambing Island

One thing I love the most about this place is the superb visibility, like crystal clear. literally. I loved it.

Mola-Mola Point in Pulau Kambing

Mola-Mola Point of Pulau Kambing

I had one dive in this spot and it was really enjoyable. There are many dive center with wide range of price to choose from. Too bad my cams is not really sophisticated and my GoPro has a little messy settings. Damn it!

This slideshow requires JavaScript.

DSCN6020

A-must-do-activity of a typical new-diver: Underwater pic of self! 😎 .

2. Cosmos Reef Slope Dive Spot

Moray Eel in the dive spots called the cosmos reef

Moray Eel in the dive spot called the Cosmos Reef Slope

I had the second dive near Bara Beach named Cosmos Reef Spot. Compared to the first one, this spot is less-crystal clear. However, I was so excited that finally I meet the moray eel. So cute! 😯 .

This slideshow requires JavaScript.

3. Snorkeling

20151017_111012_HDR

Snorkeling Spot of Kambing Island (picture of Mas Ayit)

Besides diving, snorkeling is also fun. Most of my friend spent their time snorkeling from one spot to another. There are three spots; Pulau Kambing, Liukang Loe and one Spot near Bara Beach. Pulau Kambing is the best spot they said; so many fish, healthy corals, and of course, crystal-clear underwater.

DSC05646

Snorkeling Spot near Liukang Loe Island

4. Liukang Loe Beach

Typically, this island is a rest place before other underwater activities.  This beach has a vast white sand and the sun is really hot, so remember to have your sun-block on and top it up as necessary.

IMG_3703

Lunch in the island

20151017_134525

Here we go!

5. Bara Beach

What do you enjoy most while in the beach? Oh come on, forget about books and sun-bathing chair! Go have some stupid photo session like this:

The Axe Effect Pose. LOL

The Axe Effect 😎  (Photo Credit: Delia)

Meteor Garden

Meteor Garden (Photo credit: Mas Ayit)

Gadis Sunsilk

Gadis Sunsilk (Photo Credit: Mas Ayit)

Beyonce ala-ala

Beyonce ala-ala (Photo Credit: Maria)

IMG_9811

Tom Hanks’ Cast Away Movie? Nice try, Buddy!

Anyway, Bara beach is another beautiful site and is really quiet. Although a lot seaweed sprawling around, it is my favourite beach in the area.

DSCF2406

Another incredible vista of Bara Beach

6. Enjoy Sunset at the Doplhin Bay

Locals name it that way because dolphin used to appear near the place. Now, seeing them is just a daydream. Anyway, the place is near my resort I stayed and is the center for locals’ activities. It’s a good place for sunset hunting.

Sunset (Photo Credit: Vivi)

Sunset (Photo Credit: Vivi)

Sunset

Sunset

7. Phinisi Construction Yard

Prior to go back to life (Airport), there is a worth-visiting place named traditional construction yard of Phinisi Ships. It is around 30 minutes drive from Tanjung Bira towards the city of Makassar. The yard build sell the ships worldwide and you may not imagine that this place has existed for centuries.

20151018_084207

Phinisi ship is being built

DCIM102GOPRO

Excuse my ugly pic. Just a proof I’ve been there. 😎 .